LATEPO —

Kisah Manusia yang Mencintai Bayangan

Gambar Ilustrasi Dibuat dengan Canva
Saya harus mengatakan tentang satu kisah yang tak bisa saya jelaskan satu-persatu dengan bahasa yang jelas — karena tidak jelasnya cerita ini, maka saya harus menyicil cerita dengan baik. Bahwa pada tahun 1956, didalam Kota Manepo, sebuah Kota dipedalaman kampung Sihir Cahaya telah terjadi perang saudara yang tidak ada habisnya. Latepo, seorang perempuan memegang pedang — hampir bunuh diri dengan menusuk kan ke vagina ia sendiri, sambil berteriak: “Bayanganku saja ingin kubunuh, apalagi tubuh-tubuh segar kalian semua”. Klan Jitepo, sebuah kelompok bangsawan terpandang di Manepo, telah melakukan penjajahan luar biasa terhadap budak-budak perempuan — setiap malam diperkosa dan dijadikan sasaran penyiksaan. Jitepo, sangat benci dengan anak perempuan. Mereka hampir membunuh semua anak perempuan — pada suatu hari, Malepo, seorang ketua bangsawan Jitepo bermimpi tentang pemberontakan seorang perempuan dari Klan Satepo.

Teman-teman sekalian, saya akan berbagi cerita tentang seorang Latepo, yang konon sangat mencintai bayangan. Saya akan membagikan cerita ini setiap Rabu. Akan ada 50 episode cerita yang akan saya bagi dengan teman-teman sekalian. Siapkan insting paling dalam, karena ada kesedihan dan konflik yang berkepanjangan.

Sekian,

24 Oktober 2018