Mencari, Mengamalkan dan Berbagi Ilmu di Hari Jum’at

Tegar Imansyah
Sep 8, 2018 · 3 min read

Apa yang berbeda dengan hari lainnya di mata Islam?

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh saudara-saudaraku.

Hai readers, selamat datang di seri tulisan 3 Menit Membahas Al Qur’an bareng Tegar. Hari Jum’at ini saya membuka aplikasi Muslim Pro di tablet saya. Secara kebetulan ada sebuah surat yang ditampilkan oleh aplikasi tersebut yang mencuri perhatian: Al Jumu’ah (62) ayat 9. Pas banget mengingat waktu itu mau Sholat Jum’at.

Karena hanya berjumlah 11 ayat, maka aku sempatkan membaca dan meresapi makna dari ayat-ayat tersebut. Apa yang aku dapat aku jadikan rangkumannya disini.

Ayat pertama merupakan sebuah pernyataan bahwa apa yang ada di langit dan bumi senantiasa bertasbih kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) serta menyebutkan nama-nama Allah lainnya yang baik.

Ayat kedua hingga kelima, Allah menyatakan telah mengutus Nabi Muhammad (Sallallahualayhi wa Sallam) dari masyarakat yang buta huruf untuk mengajarkan mereka Al Qur’an dan mengeluarkan mereka dari kesesatan (2). Menurutku, ayat ini menunjukan bahwa proses transfer ilmu bisa dilakukan walaupun dengan fasilitas yang sederhana. Bahkan ilmu itu bisa diteruskan hingga kepada kaum yang lain dari mereka, yang belum berhubungan dengan mereka (3) seperti kepada Tabi’in (murid sahabat Nabi). Hal tersebut merupakan karunia Allah (4).

Tapi walaupun mendapatkan ilmu, ada satu hal yang lebih penting: mengamalkannya. Bahkan orang yang tidak mengamalkannya seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebal (5). Tidak dapat dimanfaatkan tapi malah membebani. Itu yang disebut kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim (5).

Lalu Rasulullah (Sallallahualayhi wa Sallam) mengatakan pada orang-orang Yahudi jika merasa orang yang benar, maka harapkanlah kematian (6). Tapi karena mereka tidak akan mengharapkannya karena mengetahui mereka salah (7). Tapi walaupun kita lari dari kematian, dia pasti akan menemui kita (8). Dan Allah akan memberitau apa saja yang telah kita lakukan selama ini (8).

Lalu ada seruan untuk orang-orang yang beriman untuk melakukan Sholat Jum’at dan tinggalkan jual beli yang kamu lakukan (9). Disini aku melihatnya bahwa jual-beli yang merupakan hal penting untuk menyambung hidup saja harus segera ditinggalkan, apa lagi kegiatan seperti ngobrol, main game dan sebagainya. Baru setelah sholat selesai, kita boleh melakukan hal lain mencari karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyaj banyaknya agar kita beruntung (10). Di penutup surat, dipertegas lagi bahwa Sholat Jum’at lebih baik dari pada permainan dan perdagangan (11). Kalau membaca tafsirnya, ternyata saat itu Rasulullah (Sallallahualayhi wa Sallam) sedang melakukan khutbah dan ada kafilah (rombongan pedagang) yang datang. Jamaah banyak yang keluar dan tinggalah beberapa saja. Maka turunlah ayat ini.

— — — — — -

Mungkin kali ini cukup sampai disini pembahasannya. Artikel ini memang dirancang untuk awam seperti aku sehingga makna yang dikandung mungkin terlalu disederhanakan, dan Al Qur’an dan tafsirnya selalu tersedia untuk kamu baca makna yang lebih dalam. Mungkin ada yang salah dan tentu kesalahan tersebut milikku, maka bisa kita diskusikan via telegram @tegarimansyah. Tapi jika kamu menemukan sesuatu yang baik, cukup ucapkan Alhamdulillah dan amalkanlah apa yang kamu temukan tersebut. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade