Bahasa Indonesia: PAKAI

Dalam rangka mendukung usaha pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka mari kali ini kita belajar Bahasa Indonesia sederhana.

Kali ini pembahasannya tentang penggunaan kata “pakai”.

Apakah ada perbedaan makna sebuah kalimat jika menggunakan atau tidak menggunakan kata tersebut?

Mungkin kawan-kawan langsung berpendapat bahwa tentu saja ada perbedaan makna sebuah kalimat jika kata “pakai” dihilangkan dari kalimat tersebut.

Contohnya:

Fulan ditipu dukun cabul.
 Fulan ditipu pakai dukun cabul.

Kalimat pertama bermakna Fulan secara langsung ditipu oleh seorang dukun cabul.

Sementara kalimat kedua memiliki makna bahwa ada seseorang yang menipu Fulan menggunakan jasa seorang dukun cabul.

Bagaimana maknanya, berbeda bukan?

Nampak bahwa ada atau tidaknya kata “pakai” membuat perbedaan makna dalam sebuah kalimat.

Lalu beberapa waktu lalu ada yang mencoba berargumen dengan menggunakan contoh seperti ini:

Ditusuk jarum.
 Ditusuk pakai jarum.

Ada pula dalam versi lain yang menggunakan kalimat seperti ini:

Dibacok golok.
 Dibacok pakai golok.

Mereka berargumen kedua kalimat tersebut (walaupun tidak terdapat obyek di dalamnya) memiliki makna sama karena baik “ditusuk jarum” atau “dibacok golok” maupun “ditusuk pakai jarum” atau “dibacok pakai golok” sama-sama sakit.

Benarkah demikian?

Coba kita terapkan logika tersebut pada kalimat berbeda namun berstruktur sama ini:

Dirayu gitar.
 Dirayu pakai gitar.

Kalimat kedua memiliki makna jelas bahwa ada seseorang (sebut saja Ani) sedang dirayu menggunakan gitar (oleh sebut saja Rhoma).

Sementara kalimat pertama maknanya kurang jelas atau aneh, sebab bagaimana mungkin gitar yang merupakan benda mati, bisa merayu seseorang (sebut saja Ani). Sehingga kata “pakai” tetap memiliki peran penting dalam mengubah makna pada dua contoh kalimat tersebut.

Kalau kita kembali ke contoh “golok” dan “jarum” tadi, dengan menggunakan logia “gitar” maka makna kalimat “ditusuk jarum” atau “dibacok golok” maupun “ditusuk pakai jarum” atau “dibacok pakai golok” tidak sama.

Sebab “ditusuk pakai jarum” atau “dibacok pakai golok” akan terasa sakit karena ada yang menggerakkan jarum atau golok tersebut untuk menusuk atau membacok seseorang.

Sementara “ditusuk jarum” atau “dibacok golok” bisa dikatakan tidak akan menimbulkan rasa sakit yang berarti karena “jarum” dan “golok” adalah benda mati yang tidak bisa dengan sendirinya menggerakkan diri mereka sendiri untuk menusuk atau membacok seseorang.

Demikian.

Keterangan: Tak ada gading yang tak retak. Meskipun tulisan ini “berlagak” memberi penjelasan seputar Bahasa Indonesia, bukan berarti penulis sangat pakar dalam hal tersebut. Sehingga jika ada kesalahan tata bahasa maupun ejaan dalam tulisan ini, mohon maaf dan mohon pencerahannya. Terima kasih.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.