Sibuk dengan Orang Lain

Apa tujuan hidupmu?

Sering kali kita merasa hilang arah, bingung, sedang berada di titik mana, apa sebenarnya yang kita cari dan kita hanya berputar-putar di area yang kita sendiri bingung sedang apa. Yang paling buruk ialah, kita merasa kehilangan diri kita sendiri.

Bisa jadi kita mengejar sesuatu yang sebenarnya hanya ikut-ikutan karena orang lain mengejar hal tersebut. Seakan-akan kita sekufu dengan teman kita sehingga melupakan sebenarnya apa saja yang kita miliki, dan kenapa kita terus gagal dengan sesuatu yang kita kejar tersebut.

Hal terpenting yang sering kali kita lupakan ialah kesibukan kita menilai, mengukur dan membandingkan diri kita dengan orang lain. Membuat kita terus mengejar apa yang orang lain cari. Sehingga kita menemui kegagalan yang beruntun. Padahal, jika kita mau meluangkan waktu sejenak, berkata jujur pada diri sendiri dan mengenal lebih jauh diri kita sendiri, kita bisa menemukan sebenarnya kita mau kemana dan tujuan hidup kita apa, dengan kemampuan dan kelemahan yang kita punya kita bisa berbuat apa.

Sifat manusia yang tidak mau kalah dengan orang lain ini yang sering kali membayangi kita untuk menemukan siapa kita sebenarnya. Misalnya, teman dekatmu sudah bisa membeli mobil, entah darimana kita berusaha untuk bisa membeli mobil. Padahal, budget kita kurang, segala cara di usahakan sampai meminjam uang di bank misalnya. Karena mobil juga butuh perawatan, dan segala macamnya, bukannya kita mampu melunasi pinjaman di bank justru kita semakin terbelit hutang yang lain karena banyaknya kebutuhan.

Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa menjadi hebat. Tidak perlu juga mengukur diri kita dengan orang lain. Apalagi tanpa di dasari dengan mengetahui keadaan diri sendiri.

Ibarat naik mobil, hidup kita juga perlu tujuan. Kalau tidak punya tujuan, kamu hanya akan berputar-putar hingga bahan bakar mobilmu habis. Belum lagi, jika suatu saat “ban” mobilmu bocor atau terjadi kerusakan lain pada mobilmu sehingga menghambat perjalananmu. Kamu harus tau kamu sekarang berada di titik mana. Seberapa jauh jarakmu sekarang dengan tujuanmu, apa saja yang sudah kamu capai, dan apa saja yang perlu di siapkan lagi. Tentu saja, semua itu butuh mengenali diri sendiri. Butuh jujur pada kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Inilah yang berat. Karena biasanya orang akan berfikir “idealnya” tentang dirinya sendiri. Suatu gambaran di dalam pemikiran orang tersebut mengenai dirinya, bukan di dasarkan atas keadaan yang sebenar-benarnya.

Hal terparah yang mungkin terjadi ialah, sulitnya kita menerima masukan orang lain karena mereka tidak sesuai dengan gambaran yang ada di pikiran kita mengenai diri kita sendiri.

Mulailah mengenali diri sendiri, mulailah sibuk dengan dirimu sendiri. Tidak akan pernah habis jika kita hanya menjadikan orang lain sebagai parameter hidup kita. Karena setiap manusia dilahirkan spesial, di tempatkan ditempat spesial, mengemban takdir dan cobaan yang berbeda satu sama lain. Tidak perlu ragu jika kamu ingin menjadi orang hebat. Kamu bisa menjadi hebat versi dirimu. Lakukan yang terbaik hari ini, karena apa pun yang kamu lakukan hari ini, akan merubah nasib kamu lima tahun yang akan datang.

Tidak perlu membenci dirimu sendiri jika kamu merasa paling lambat belajarnya diantara temanmu yang lainnya. Karena, kalau bukan dirimu sendiri yang menghargaimu, siapa lagi?

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Tri Yanti’s story.