Doa dan Hal-hal yang Sembrono, Mengancam hingga Berbahaya

makin ke sini, makin tua, semakin merasa begitu banyak hal yang di luar kendali dan hal-hal yang tak terjangkau. jadi musti banyak yang disyukuri, dimaafkan, dan didoakan

Sepertinya kita berdua belum pernah membicarakan doa. Sekadar membicarakan, bukan melakukannya. Apa kamu pernah berpikiran bahwa doa itu bisa jadi hal yang sembrono? Misalnya ketika kamu berulangtahun ke-22 kemudian salah satu temanmu mendoakanmu agar kamu cepat nikah. Esok paginya tiba-tiba ada serombongan keluarga jauh datang ke rumah meminangmu dan ayahmu mengiyakan. Sejujurnya, aku belum pernah mendoakan seseorang secara spesifik, karena ada kesadaran bahwa aku tidak mengenal orang tersebut secara dekat dan aku tidak tahu apa kebutuhannya sekarang. Apakah setiap orang yang ulang tahun harus didoakan agar cepat nikah? Aku sendiri sih takut kalo didoakan cepet nikah. Bisa-bisa besok pagi ada cewek ke rumah ngomong sama ibuk bahwa dia sudah aku hamili dan minta pertanggungjawabanku. Jadi selama ini aku lebih memilih untuk mengamini saja apa yang diinginkan oleh yang sedang ulang tahun, atau sekadar mendoakan agar dia sehat dan hidupnya berkah. Tidak terlalu sembrono kan?

Setelah doa dari orang yang sembrono dan sok tau tadi, ada lagi doa yang mengancam. Aku akan bertanya lagi, apa kamu pernah berpikir kenapa misalnya kamu ditinggal nikah, patah hati berkali-kali, atau cintamu tidak terbalas. Aku merasa doa dan jodoh adalah dua hal yang berdekatan dan berkaitan. Dua-duanya adalah hal yang gaib. Ada tapi tak terlihat wujudnya dan tak jelas sebab-musababnya. Jadi berdoa untuk mendapatkan jodoh adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Memanggil makhluk ‘gaib’ dengan metode yang juga ‘gaib’. Pas kan?

Aku pernah berpikir, ketika kamu ditinggal nikah, patah hati berkali-kali, atau cintamu tidak terbalas mungkin sedang ada seseorang yang sedang mendoakanmu agar menjadi jodohnya, atau ada seorang lain yang berdoa agar pasanganmu menjadi doanya. Karena doa orang-orang tersebut lebih didengar Tuhan, maka akhirnya kamu akan patah hati lagi, lagi, lagi, dan lagi sampai akhirnya kamu bertemu dengan orang yang mendoakanmu, sebagai bentuk jawaban atau pengabulan doanya. Manis sekali bukan? Sekaligus menyakitkan. Hahaha.

Maka, mulailah berdoa untuk jodohmu dan berdoa juga agar tidak ada orang lain yang mendoakan jodoh harapanmu DA N agar tidak ada orang lain yang mendoakanmu agar menjadi jodohnya dia.

Kita tidak pernah tahu doa siapa yang akan terkabul, dan doa seperti apa yang terkabul. Aku punya beberapa mantan kekasih. Hal yang aku takutkan dari mereka adalah jika mereka mendoakan keburukan terhadapku kemudian Tuhan mengabulkannya tanpa persetujuanku. Bisa jadi keesokan harinya, ketika sedang berangkat ke kantor aku terserempet bajaj hingga pingsan. Dicopet di commuter line. Klaim asuransi ditolak. Dipecat dari kantor karena tiba-tiba ada orang baru yang masuk. Dan hal-hal buruk lainnya yang sudah membuatku meringkuk dan merinding bahkan ketika baru memikirkannya.

Aku berterimakasih pada Ibuk. Aku pikir, aku tidak akan sampai pada saat ini tanpa beliau dan doa yang beliau rapalkan setiap hari.

Semoga Tuhan melapangkan hati para mantan kekasih dan orang-orang yang disakiti. Memberi umur panjang dan kesehatan kepada para Ibuk. Dan memberi kita kesempatan untuk berdoa. Semampu kita.

-