Tempat-tempat di mana Aku Bisa Menemukanmu

Kita tidak pernah merancang pertemuan-pertemuan kita. Namun, setelah pertemuan singkat kita di museum sejarah kota, kini aku bisa menemukanmu di mana-mana.

Aku membaca namamu di antara kalimat-kalimat dalam kata pengantar di buku yang tak pernah terbaca.

Aku menemukanmu terduduk melamun di ruang tunggu kasir rumah sakit negeri.

Aku melihatmu tersenyum mengiringi penjual bubur ayam yang habis dagangannya.

Aku membacamu di tulisan vandal di tembok balaikota dan pintu-pintu toilet umum.

Aku mendengarmu dalam suara ibu yang memanggil pulang anaknya ketika senja sudah memerah dan menjingga.

Aku melihatmu dalam butir-butir bening ketika aku menatap langit.

Aku menyentuh dan menciummu di handuk dan seprei yang baru saja dicuci.

Aku mendengarmu sebagai nada tunggu saat aku menelepon pacarku.

Aku menemukanmu pada setiap yang dilupakan dan diluapkan, pada rahasia yang diutarakan, pada setiap luput yang terlipat.

Like what you read? Give taufiq ramadhan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.