Ruang Sunyi di Hulu 2016

Penduduk bumi menghitung mundur menuju 2016. Saat ini jam tanganku menunjukkan posisi 21.30.

Tentu saja jalanan akan penuh sesak oleh mereka yang ingin merayakan tahun baru. Aku pun tak ketinggalan ingin merayakan momen keramat ini….

Bukan di alun-alun kota menyaksikan atraksi kembang api. Bukan pula di kafe sambil meniupkan terompet lantang-lantang. Menyalakan lilin di konser musik tahun baru juga bukan. Bukan juga menonton film di bioskop sambil makan popcorn dan minum coca cola. Apalagi hanya menonton TV di rumah, jelas bukan. Bakar-bakaran jagung bersama seseorang ataupun beberapa orang sambil menghangatkan tubuh yang barusan diguyuri hujan juga pasti bukan.

Iya, aku ingin bersenang-senang mrnyambut tahun baru seorang diri saja. Aku tidak suka keramaian. Aku tercekik oleh manusia yang berjejalan di keramaian.

Aku ingin tahun baruan sendiri. Di tempat yang sepi. Kukira perpustakaan adalah jawabannya. Mungkin karena perpustakaan adalah spot tersunyi di negeriku.

Sayangnya, 1 Januari selalu diwarnai merah di kalender. Perpustakaan manapun tak sudi membuka gerbangnya di tanggal merah. Apakah artinya aku tak boleh bersenang-senang merayakan tahun baru?