Hikayat Seorang Researcher

t !!
t !!
Aug 24, 2017 · 2 min read

Syahdan dimasa perang, seorang jejaka tanggung berjalan mengitari pulau paling kecil di Kepulauan Wangunsvara seorang diri. Ia membawa banyak selendang sutera yang dibungkus dengan kain linen halus dari India, untuk diberikan kepada gadis paling cantik di Kepulauan Wangunsvara yang tak lain adalah putri dari Kepala Suku Wirna di Kepulauan Wangunsvara. Dengan tujuan untuk mempersunting putri jelita itu.

Harapan yang disertakan didalamnya sungguh besar sekali. Sejek pertama kali melihat wajah sang Putri Jelita melalui akun IG UGM Cantik, Ia bertekad bulat, untuk memboyong Putri tersebut ke kampung halamannya di Perkasangkara.

Langkahnya tegap, tangannya tergenggam kuat dan hatinya mantap melewati hamparan pasir putih yang luas dibawah terik. Dilihatnya diujung pantai terdapat segerombolan pemuda yang sedang mengerubungi sebuah rumah, bak gula dikerubungi semut.

"Pasti itu rumahnya, Sriwedari" Hatinya berkata sedemikian girang.

Setibanya dirumah kepala suku, kerumuman makin memadati ruang tengah dengan puluhan remaja tanggung, menanti apa yang terjadi. Dengan penuh keyakinan akhirnya Ia berkata dengan kepala suku.

"Disini banyak orang ya pak, saya jadi canggung". Ia berkata pelan

"Biasanya nggak penuh gini dik, saya juga bingung". Sambut kepala suku.

"OOooooooo .....". Seluruh ruangan menyambut.

Ditengah sama-sama dilanda kebingungan, Ia menggulung lengan bajunya. Kemudian berkata.

"Saya kesini berniat untuk melamar Putri Bapak, Sriwedari" Ia berkata mantap.

"Hmmm ..Baiklah anak muda. Pertanyaan saya, KAMU KERJA APA?" Tegas kepala suku.

Jantungnya berdegup kencang, Tapi, kemudian Ia bisa membawa dirinya kembali. Dengan mantap ia menjawab.

"Researcher pak". Jawabnya lantang.

"Hmm ...". Jawab kepala suku dengan kepala termanggut-manggut

"Ooooooooo .." Seluruh ruangan terperangah

Seketika hatinya senang, Ia merasa seperti memenangkan peperangan. Ia melihat kepala suku sumringah dengan jawabannya. Sang Ibu membisikkan sesuatu ke Kepala Suku dan kemudian Ia bersiap untuk mendengarkan jawaban kembali dari kepala suku.

"Kamu di tempatkan di Polsek mana?" Tanya kepala suku.

"Haa...??!" ia kebingungan.

"Oooooo ..." Sambut suluruh ruangan

Semuanya menunggu jawabannya dan Ia bingung bukan main. Apa yang salah denganku. Pikirnya.


"Bukan Reserse pah, tapi Researcher, Peneliti" Bisik Sriwedari ke Kepala Suku

"Oooo ..." Sambut Kepala Suku

"Ooooo..." Sambut seluruh ruangan

Kemudian suasana kembali cair dan tidak menegangkan, perhelataan pencak silat pun diselenggarakan, semua orang berpesta. Kemudian Ia kembali pulang. Sendirian.

"Tunggu pembalasanku Kepala Suku, bayaranku memang tak seperti kerja dipolsek. Akan kubawa para peneliti lain untuk riset dipulau ini. Dan akan ku presentasikan ke Investor. Tunggu saja. Akan kucari lagi wanita lain di IG UGM cantik". Tegasnya.

Seketika itu pula, dunia kembali seperti mula. Akun IG UGM Cantik masih terus mengunggah gambar-gambar seperti sedia kala. Dan Ia tetap terus mencari di IG UGM Cantik, yang bersedia.

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade