Kasar dan tajam

·
Semurka itu aku ada. Setentram ini aku bicara. Langkahmu mengayun acuh. Tak lagi kita tahu kita ingin saling menggenggam. Dan, lagi, aku tau, kemegahan sebuah 'rasa' tak lagi jadi hasrat. Tak lagi bebenah diri. Beku dan hambar.
·
Pernahkah kau mati rasa pada dirimu sendiri?
Pernahkah kau rasa tidak perlu memahami situasi ini? Pernah kau kesampingkan suka-dukamu? Kau hanya ingin menyepi, dan cukup merasa ada; merasa menapaki tanah; bersyukur.
·
Aku mati rasa
Berada di titik nol
Jangan kira! aku kokoh di sini karena aku meronta kesini.
Sedang kunikmati titik hampaku.
·
Aku sedang mati rasa?
·
Dan, masih, beberapa orang senang menyimpan aku di minus lagi. Di hari ini, aku sadar, sepertinya aku murka sendiri. Aku lelah dan akhirnya menerima aku tengah mengotori jiwaku lagi.
Terima kasih telah diam selagi aku sulit menerima titik minus yang disematkan.
·
Aku ingin titik nol-ku kembali. Aku menyusur kepayahan lagi. Baiknya, aku mati rasa saja. Dibanding dibuang dan merasa sesak.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.