..Bismi Rabbikal Ladzi Khalaq
Allah adalah Al-A’lim yang Maha Luas Ilmu-Nya. Ilmu-Nya tidak hanya terbatas pada ayat-ayat Quran yang diturunkan sebagai petunjuk hidup tetapi juga Dia sebar di seluruh penjuru alam ini. Allah tidak menciptakan segala sesuatu hanya dari segi aspek fisiknya saja tetapi juga sifat atau hukum yang menyertainya, yang kita kenal sebagai hukum alam atau Sunnatullah. Q.S. 3:191 menegaskan bahwa tidak ada sesuatu yang Dia ciptakan dengan sia-sia, masing-masing ciptaannya pasti mempunyai ibroh atau pelajaran yang bisa kita ambil.
Oleh karena itu, ayat pertama yang turun adalah perintah untuk membaca yang berbunyi “Iqro !”. Perintah “Iqro” tersebut memang terasa janggal ketika datang kepada Rasulullah karena 2 kondisi, pertama Rasulullah adalah orang yang ummi atau buta baca-tulis, dan kedua karena pada saat itu Al-Quran belumlah turun secara lengkap seperti sekarang, bahkan baru 5 ayat saja yang turun, sehingga menimbulkan pertanyaan, “memangnya apa yang bisa dibaca ?”.
Ternyata perintah Iqro tersebut tidak hanya terbatas untuk membaca ayat-ayat Qauliyah dalam bentuk Al-Quran, tetapi juga untuk membaca ayat-ayat Kauniyah yang tersebar di dunia yang Allah ciptakan ini. Dengan turunnya 5 ayat ini maka secara official, Muhammad SAW telah diangkat sebagai seorang rasul yang memikul tanggung jawab untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya. Karenanya secara tidak langsung, kata Iqro tersebut juga memuat perintah untuk membaca situasi dan kondisi masyarakat sekitar, khususnya kaum Quraisy di Mekah, sebagai modal utama bagi beliau untuk menentukan metode yang paling cocok untuk mendakwahkan islam kepada kaum Quraisy.
Namun apabila kita perhatikan dengan seksama, perintah tersebut tidak hanya sebatas “Iqro” yang artinya “Bacalah !” tetapi juga “Iqro bismi rabbikalladzi khalaq” yang artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Menciptakan. Hal tersebut berarti dalam membaca sesuatu, baik itu ayat Qauliyah maupun Kauniyah, haruslah dikaitkan dengan keimanan kepada Allah. Istilahnya pandanglah segala sesuatu dengan kacamata iman, maka kau akan melihat pasti ada ibroh di setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupmu dan di setiap hal yang ada di sekitarmu.
Contoh nyatanya misalnya saat kita lulus ujian dengan nilai yang sangat memuaskan. Ketika perspektif kita adalah perspektif iman kepada Allah, maka hal yang pertama kali terpikir bukanlah mengenai betapa hebat dan cerdasnya kita, tetapi betapa baiknya Allah yang telah menganugerahkan kepada kita kecerdasan dan karena kuasa-Nya lah kita bisa lulus ujian. Bisa saja ketika kita sudah belajar dan mempersiapkan ujian dengan baik, namun ternyata di tengah jalan ada musibah yang menghampiri kita sehingga kita tidak bisa mengikuti ujian tepat waktu. Cara pandang seperti inilah yang akan membuat diri kita ini semakin merendah dihadapan-Nya dan karena hal tersebut kemudian Allah mengangkat derajat kita.
Perspektif tersebut juga dapat membuat keimanan kita semakin mantap di tengah goncangan angin zaman yang semakin hari semakin kencang menerjang. Rasanya akan sangat sia-sia juga apabila hal-hal yang kita lakukan setiap hari hanya menghasilkan sesuatu yang sifatnya duniawi, padahal kehidupan akhirat yang abadi lebih layak untuk dinanti. Sayangnya untuk menebus surga perlu banyak usaha yang terkadang tidak sederhana, karena itu keimanan yang kuat haruslah menjadi driving force yang utama.
Bismillah, semoga tulisan ini akan menjadi pembuka dari seri “Iqro” yang akan menghiasi blog-ku. Sejatinya setiap hari banyak sekali ilmu dan pelajaran yang Allah berikan melalui kejadian-kejadian di sekitar kita, namun terkadang kita luput menyadarinya. Oleh karena itu seri “Iqro” ini hadir untuk merangkum ilmu-ilmu tersebut, karena hal yang harus dilakukan kemudian ketika sudah menerima dan memahami ilmu adalah untuk menyampaikannya kepada orang lain.
Demi waktu (1). Sungguh, manusia berada dalam kerugian (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (3). Q.S 103:1–3.
(Masih) Jatinangor, 1 November 2019.
