Entah, Purnama Yang Keberapa.

Jarum jam tanganku yang terus berputar. Mengiringi bulan yang terus saja mengalami rotasi.

Tentu, tentu saja purnama…

Fase bulan paling sempurna. Paling indah katamu. Dan aku telah melewati hari hari bersamanya. Entah, purnama yang keberapa.

Aku duduk, diatas loteng menatap langit. Menengadah, memohon pada langit yang pemurah. Yang terang terpancarkan cahaya purnama.


Bulan, sampaikan rinduku padanya…

Waktu yang entah, berpihaklah. Langit yang pemurah, berkatilah. — fstvlst
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.