Britney Spears Gembira Brad Pitt Digugat Cerai

Di wawancara tahun 2015 lalu, Britney bahkan mengatakan bahwa dirinya rela jika harus menjadi pengasuh dari anak-anak Pitt dan Jolie. Ia tuturkan keinginan tersebut agar bisa bertemu pujaan hatinya sesering mungkin.

“Saya bertemu Brad Pitt satu kali, tapi saya ingin bertemu lagi. Dan saya suka jika harus menjadi pengasuh anak-anaknya. Sangat menyenangkan,” ujarnya.

“Sudah jelas kini Jennifer Aniston dan Brad Pitt telah berpisah. Jadi, saya rasa dia sekarang sedang memikirkan tentangku. Dia mungkin tidak akan melihat saya. Tapi saya tidak peduli, karena kita boleh bermimpi!” ucapnya sambil setengah bercanda.

Sebelumnya diketahui, Britney memang sangat mengagumi Pitt semenjak ia masih remaja. Ia bahkan beberapa kali menunjukkan kekagumannya pada Pitt dalam wawancara di acara-acara yang dihadirinya.

Suatu kali, ia pernah menunjukkan kebahagiaannya saat berdiskusi tentang hubungan Pitt dan sang mantan istri, Jennifer Aniston yang berpisah tahun 2005 silam, dalam reality show milik Britney.

Di acara tersebut, terdapat pertanyaan mengenai siapa selebriti yang ia kagumi hingga saat ini. Britney pun tidak malu-malu menunjukkan rasa bahagianya mengetahui Pitt akan segera kembali melajang.

“Brad Pitt. Dan sekarang dia telah kembali melajang!” ujar Britney dengan semangat, sambil mengembangkan senyum lebarnya, dikutip dari laman Ace Showbiz.

Ya, Britney tampaknya memiliki ketertarikan yang begitu besar pada bintang film Fury itu. Penyanyi berusia 34 tahun tersebut, terlihat begitu gembira saat membicarakan mengenai sang aktor pujaan dan status terbarunya di permainan Question Roulette saat menjadi bintang tamu dalam acara bincang-bincang stasiun televisi Australia bernama Today Show.

Penyanyi Amerika Serikat Britney Spears ternyata masih menyimpan perasaan kagum pada aktor tampan, Brad Pitt. Pelantun lagu Oops I Did It Again itu bahkan mengaku gembira mengetahui idolanya akan segera kembali melajang, karena telah digugat cerai oleh istrinya, Angelina Jolie beberapa waktu lalu.

Brad Pitt Tidak Akan Dituntut Atas Dugaan Pemukulan Anak | PT. Kontak Perkasa Futures Cabang Makassar

Mantan pasangan ini bercerai bulan lalu, dan telah setuju untuk pengaturan hak asuh sementara. Brad juga telah diperbolehkan menghabiskan waktu dengan anak-anaknya.

Susunan hak asuh sementara berakhir pada tanggal 20 Oktober, di mana titik kesepakatan baru akan dinegosiasikan.

Menurut Dailymail, sumber penegak hukum mengatakan bahwa Maddox, tidak terluka dan tidak ada cara yang bisa membuktikan bahwa Brad berbahaya bagi anaknya.

Tapi, seorang teman dari Brad Pitt sebelumnya mengatakan bahwa bintang Hollywood ini telah memukul anaknya selama perkelahian yang “berlebihan.”

Pada tanggal 17 September, sebuah mobil polisi terlihat tiba di kompleks Jolie-Pitt di Hollywood Hills, di mana Pitt diyakini tinggal. Aktor ini kemudian menawarkan diri untuk diuji atas penggunaan obat-obatan dan alkohol, meskipun itu tidak wajib.

Tapi, menurut seorang penegak hukum, FBI tidak pernah membuka penyelidikan resmi dan menambahkan bahwa insiden tersebut seharusnya tidak pernah disebut FBI.

Menurut laporan, anaknya yang berusia 15 tahun itu ikut campur dalam urusan Brad dan Angelina Jolie, sehingga membuat Brad memarahinya. Segera setelah itu, Angelina Jolie mengajukan gugatan cerai.

Lalu, berselang beberapa minggu setelah kejadian itu, muncul laporan bahwa Departemen Anak dan Keluarga FBI akan menyelidiki Brad atas insiden itu.

Insiden ini diduga terjadi ketika bintang 52 tahun itu bepergian dengan keluarganya dengan jet pribadi dari Prancis ke Los Angeles, sebelum mereka bercerai.

Brad Pitt tidak akan dituntut oleh FBI atas dugaan perselisihan dan pemukulan terhadap anaknya, Maddox.

Saya justru melihatnya sebagai pejuang yang berjuang untuk terakhir kalinya. Melihatnya sebagai orang yang mengusahakan sesuatu agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Lebih baik menyesal karena melakukan daripada tidak berbuat apa-apa. Untuk itu, saya tidak menganggap dia sebagai orang yang egois. I respect him for fighting something that he believes is worth to fight for.

Plus kehadirannya memberikan saya satu pelajaran baru, yaitu keyakinan akan sebuah pilihan. Bersama seseorang dengan alasan “karena hanya ada dia” tentu akan berbeda dengan “saya memang memilihnya”. :)

Tapi penilaian saya itu berubah ketika beberapa waktu lalu, ada pria dari masa lalu saya datang kembali. Dia tahu persis ruang yang dulu menjadi haknya sudah ditempati oleh penghuni lain. Tapi itu tidak menghentikannya untuk mencoba. Saya seharusnya kesal dengan keegoisannya tapi kok, bukan itu ya, yang saya rasakan.

Bagaimana tidak? Menurut saya perbuatan tersebut adalah perbuatan yang luar biasa egois! Apalagi bila pria tersebutlah yang dulu meninggalkan si wanita. Eh, saat si wanita sudah bahagia dan ingin memulai hidup baru, dia tiba-tiba datang kembali dan mengacaukan semuanya. Kalau sudah menonton film yang seperti itu, iiihhhh gregetannya bukan main. Egois egois egois!

Mungkin kalau saya jadi Jen, Brad menyatakan perasaannya atau tidak menyatakan perasaannya sama tidak pentingnya. Karena toh saya (maksudnya di sini Jen) sudah punya keluarga. So I will stick to that commitment. Tapi bagaimana seandainya pria ini datang ketika pernikahan belum terjadi tapi akan segera dilakukan?

Saya pernah tuh, beberapa kali menonton film dengan setting-an seperti ini. Terlepas saya suka atau tidak dengan karakter pria yang datang dari masa lalu di film tersebut, saya biasanya suka kesal sendiri dengan tokoh ini.

Kabar perceraian Brad Pitt — Angelina Jolie yang menyeret nama sang mantan istri, Jennifer Aniston menghantarkan saya pada sebuah pemikiran gila. Bagaimana bila Brad yang rapuh akhirnya menyadari bahwa Jen adalah orang yang tepat untuknya dan dia menyesal telah meninggalkan Jen untuk berpaling pada Angie. Bila situasinya seperti itu apakah Jen ingin Brad memberitahunya mengenai perasaan tersebut? Atau Jen lebih suka Brad menyimpan perasaan tersebut hanya untuknya?


Originally published at tiaratna1.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.