Gugat Ahok Rp 204 Juta, Habib Novel: Saya Dirugikan Sebagai Pendakwah

Novel Bamukmin alias Habib Novel mengajukan gugatan ganti rugi sebesar Rp 204 juta terhadap Basuki Tjahja Purnama. Sebagai pendakwah, dirinya merasa dirugikan terhadap pernyataan Ahok tentang surat Al Maidah. “Seakan-akan saya tukang bohong di sini. Saya dirugikan sebagai pendakwah dan setelah kejadian itu banyak kegiatan-kegiatan saya yang batal. Banyak juga acara-acara yang batal, benar-benar merasa dirugikan,” ujar Habib Novel yang juga anggota ACTA, di Gedung PN Jakut, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016). Novel pun meminta Ahok untuk membuat permintaan maaf, terhadap apa yang diucapkannya. Sebab pernyataan tentang surat Al Maidah di Kepulauan Seribu merugikan dai mubaligh. “Apa yang disampaikan Ahok merugikan da’i mubaligh sebagai penyambung lidahnya Rasulullah,” beber Habib Novel. Terlebih Novel sendiri merupakan penceramah terakhir yang datang ke Kepulauan Seribu. Ketika itu ceramah yang dibawanya tentang surat Al Maidah. “Saya ceramah sebulan sebelumnya dan tidak ada lagi acara terbesar di sekitar Pulau Pramuka dan Pulau Panggang itu selain acara haul daripada habib. Saya menjadi salah satu penceramah yang mengangkat Al Maidah 51, yang ketika itu ada Lurah, Camat di dekat situ yang saya yakin pesan ini sampai kepada Ahok. Dan Ahok mempengaruhi di Pulau itu untuk jangan mau dibohongi pakai Al Maidah 51. Secara tidak langsung menuju kepada saya,” imbuhnya. Novel mengatakan dirinya merasa dirugikan secara material dan immaterial. Terlebih dalam video yang diunggah warga merespon dengan tertawa. “Yang disampaikan Ahok di Kepulauan Pramuka yang mana antara Pulau Pramuka dan Panggang itu, saya berceramah di situ dan saya penceramah terakhir yang menyampaikan surat Al-Maidah. Ketika Ahok menyampaikan jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah 51. Di situ respon warga mereka tertawa, saya ini merasa dilecehkan dengan apa yang ucapkan Ahok yang memancing-memancing audiens,” pungkas Habib Novel. Gugatan Rp 204 juta tersebut diajukan dalam gugatan praperadilan. Habib Novel berharap gugatan itu bisa digabung dengan pokok perkara yang akan mulai digelar Selasa pekan depan.

“Seakan-akan saya tukang bohong di sini saya dirugikan sebagai pendakwah dan setelah kejadian itu banyak kegiatan-kegiatan saya yang batal banyak juga cara-cara, banyak benar-benar merasa dirugikan,” kata Novel di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (5/11/2016). Novel melanjutkan, usai pidato kontroversial Ahok di Kepulauan Seribu, dirinya pun sempat melakukan ceramah di pulau Pramuka dan Panggang. Namun dia merasa dilecehkan warga sekitar yang menyaksikan ceramahnya.

Novel sendiri melayangkan gugatan dengan didampingi sejumlah anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Gugatan perdata itu telah diterima melalui panitera muda perdata PN Jakut, Tarmuzi dengan nomor registrasi 593/Pdt.G/2016/PNJakut.

Habib Novel Bamukmin melayangkan gugatan ganti rugi kepada Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara terkait dengan kasus pidana dugaan penistaan agama. Alasannya, Novel merasa sangat dirugikan dengan ucapan Ahok yang membawa-bawa surat Al Maidah ayat 51. Oleh sebab itu, alasan tersebut membuatnya melayangkan gugatan perdata kepada Ahok agar bisa membayar ganti rugi sebesar Rp204 juta.

Saya menjadi salah satu penceramah yang mengangkat Al Maidah 51 yang ketika itu ada Lurah camat di dekat situ,” imbuhnya. Sehingga, Novel merasa yakin masyarakat Kepulauan Seribu telah terpengaruh dengan ucapan Ahok sehingga dirinya sebagai penceramah telah dirugikan. “Saya yakin pesan ini sampai, Ahok mempengaruhi (warga) di Pulau itu untuk Jangan mau dibohongi pakai Al Maidah 51 adalah secara tidak langsung menuju kepada saya,” tuturnya.

“Ketika Ahok menyampaikan jangan mau dibohongi pake surat Al Maidah 51 di situ respons warga mereka tertawa, saya ini merasa dilecehkan dengan apa yang diucapkan Ahok,” ujar Novel. “Saya ceramah sebulan sebelumnya dan tidak ada lagi acara terbesar di sekitar pulau pramuka dan pulau panggang itu selain acara haul daripada habib.


Like what you read? Give Tia Ratna a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.