Pesan Angelina Sondakh Buat KPAI

“KPAI akan betul-betul mencari suatu upaya agar anak-anak Indonesia sehat dan tidak ketergantungan atau tidak menyalahgunakan narkoba intinya untuk mendukung semuanya,” imbuhbya.

Berdasarkan penuturan pihak KPAI tindakan yang mereka lakukan ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perlindungan anak, bahwa tiap anak harus mendapat perlindungan dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Titik Haryati, M.Pd, komisioner bidang kesehatan, narkotika, dan napza, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), usai bertemu Angelina Sondakh di rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

“Jadi setelah diskusi dengan Ibu Angie, beliau meminta kita semua untuk peduli tentang anak-anak ini, tidak hanya anak yang terkena GB tapi semua anak yang butuh perlindungan terutama pada ketergantungan narkoba dan napza,” ungkapnya.

Pihak KPAI pun menyambut baik pesan Angie yang ternyata sesuai dengan tujuan KPAI.

Angelina Sondakh minta masyarakat peduli pada anak-anak yang pernah berada di bawah asuhan Gatot Brajamusti.

Maksud Angie, agar tidak ada lagi korban anak seperti delapan orang yang telah meminta perlindungan kepada KPAI atas tindakan kejahatan seksual dan narkotika yang dilakukan Gatot Brajamusti.

Kalau tes urine kan biasanya berlaku untuk jangka waktu tertentu, waktu dekat, akan tetapi concern kita ketika anak terpapar penyalahgunaan narkotika, maka harus ada proses pemulihan dan juga rehabilitasi agar pulih secara fisiknya kemudian pulih secara sosial, tidak kembali ke lingkungan yang memungkinkan interaksi lagi dengan penyalahgunaan narkotikanya,” papar Asrorun.

Sementara, terkait dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Aa Gatot kepada anak tiri Angelina Sondakh, Asrorun tidak menjawabnya secara gamblang.

“Yang paling penting kita concern secara bersama-sama memberikan pemulihan secara cepat, optimal, dengan menggali informasi yang segamblang-gamblangnya. Tetapi informasi yang diperoleh tidak untuk kita publish. Jika itu di-publish, jangan-jangan nanti berdampak pada stigmatisasi,” tegas Asrorun.

KPAI siang tadi mendatangi Rumah Tahanan (Rutan) Pondol Bambu, Jakarta Timur untuk mengunjungi Angelina Sondakh yang merupakan ibu tiri AM. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan informasi terkait dugaan pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan GB terhadap anak tiri Angelina.

Namun, Ketua Asrorun Niam Sholeh mengungkap AM pernah tinggal serumah dengan Ketua nonaktif PARFI itu.

“Kalau ketemu (GB), kemudian tinggal, iya. Tetapi soal yang lain-lain itu, maaf, maaf, bagian dari pendalaman informasi kita,” ungkap Asrorun.

Termasuk, soal anak tiri Angelina Sondakh yang diduga dicekoki narkoba oleh Gatot Brajamusti. Dia hanya menegaskan informasi tersebut masih didalami oleh KPAI.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menindaklanjuti laporan tentang ulah Gatot Brajamusti yang diduga mencekoki narkoba anak di bawah umur dan pelecehan seksual. Anak tiri Angelina Sondakh diduga menjadi salah satu korbannya.

KPAI belum mau mengonfirmasi dugaan tersebut. “Masih dalam proses. Masih kita dalami,” ujar Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan NAPZA, Titik Haryati, di Rutan Pondok Bambu Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun, Asrorun enggan menjelaskan secara gamblang tujuannya mendatangi BNN.

“Dalam waktu dekat kamu juga akan ke BNN. Sudah komunikasi dengan BNN. Nanti juga ada penjelasan mengenai tanggung jawab pengasuhan dan saat rehab,” kata Asrorun.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berencana menemui penyanyi Reza Artamevia.

Hal itu untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Angelina Sondakh di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (15/9/2016).

“Ya, pasti kami juga akan meminta informasi (ke Reza),” ucap Ketua KPAI Asrorun Ni’am di Rutan Pondok Bambu.

Sebelumnya diberitakan, KPAI menemui Angelina untuk meminta klarifikasi terkait kabar bahwa putri tirinya, A (14), yang juga putri kandung Reza, mendapat terapi menyimpang dari Gatot Brajamusti.


Originally published at tiaratna1.livejournal.com.