Sejumlah Artis Senior Datangi Rumah Duka Shinta Muin

Seperti diketahui, Shinta Muin meninggal dunia di usianya yang ke 61 tahun. Shinta menghembuskan napas terakhir dalam perjalanannya menuju rumah sakit MMC, Jakarta Selatan.

Menurut Aty, almarhumah sosok yang sangat baik. Meski agak keras, Shinta sangat disiplin dalam hal syuting. “Pada dasarnya sangat baik sifatnya, agak keras. Satu hal dia sangat disiplin di teater atau film, paling on time nggak pernah telat,” kata Aty.

Shock banget 10 menit sebelum meninggal katanya pingsan. Saya nggak percaya, dengar kabar Shinta jatuh di PARFI. Habis kabar itu, kemudian meninggal,” ujar Aty Cancer, di rumah duka, Selasa (20/9/2016) malam.

Sejumlah artis senior mulai berdatangan ke kediaman Shinta Muin, kawasan Kali Pasir, Gang Tembok, Jakarta Pusat, tempat jenazah Shanti disemayamkan. Diantaranya Piet Pagau dan Aty Cancer, pemain mak Ijah.

Aty sendiri mengaku tak percaya dengan kabar duka yang didengarnya. Apalagi wafatnya Shinta terbilang begitu cepat. Bahkan sepengetahuannya, almarhumah sempat pingsan di kantor PARFI.

Melihat postingan ini, netter banyak yang menyambutnya dengan ucapan belasungkawa. Doa untuk almarhumah Shinta Muin pun mengalir dari para pengikut Citra Kirana di Instagram. Ada juga penggemar sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” dari Malaysia yang turut mengucapkan belasungkawa.

“Innalilah….semoga chusnul khotimah,” ujar salah satu netter. “Innalilahiwainaillaihi rojiun… Semga khusnul khotimah. Aamiin Ya Robbalalamin,” ujar lainnya. “kami di Malaysia turut berdukacita mendengari perkhabaran ini.. saya sekeluarga menonton TBNH dan merasa terkesan dr lakon serta wataknya umi maemunah.. semoga itu ya jadi amal buatnya dlm menyampaikan pengajaran dr perwatakkan nya itu dgn baik sekali,” tulis pemilik akun terompahbiru.

Lewat postingan di Instagram, artis cantik ini mengungkap kesedihannya saat tahu “ibunya” meninggal. “Senang bisa bekerja bersama umi maemunah selama 200 episode lebih di ‘Tukang Bubur Naik Haji’ pagi siang malam kita lewatin bersama..sedih tertawa bersama…Walaupun wajah bertambah tua dan hari terus berganti,” buka Citra.

Mengiringi foto dirinya bersama Shinta Muin, Citra melanjutkan pesannya. “But good memories will live forever. My deepest condolence goes to umi shinta muin as umi maemunah in ‘Tukang bubur naik haji ‘. May you rest in peace. citra kirana as Rumana (your beloved daughter),” imbuhnya.

Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Artis senior Shinta Muin meninggal dunia pada Selasa (20/9) sekitar pukul 19:10 WIB di RS MMC, Jakarta Selatan. Duka mendalam tentu aja dirasakan oleh keluarga bintang sinetron itu.

Tak hanya keluarga, duka mendalam juga dirasakan rekan Shinta Muin, salah satunya Citra Kirana. Sempat syuting selama 200 episode dengan Shinta, Citra merasa kehilangan sosok pemeran Hajah Maemunah dalam sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” itu.

Dia bilang, ‘Yana ke PARFI nggak sayang? ada yang mau aku omongin’, ini sudah sms yang ketiga,” ujarnya di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

Shinta memberi tahu alasannya ke PARFI, bahwa ia ingin bertemu dan meminta maaf kepada semua rekan.

“Dia bilang mau ketemu teman teman, beberapa kali dia ucapkan maaf. Saya juga tanya kok sakit malah ke PARFI,” ujar Yulia Faraz, rekan Shinta.

Selama tiga hari terakhir, Shinta mengirim pesan singkat ke rekan sesama anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Pesan tersebut berbunyi bahwa dirinya ingin sekali ke kantor PARFI.

Rekan Shinta Muin, Yana Achbari membacakan pesan terakhir Shinta di telpon genggamnya.

Ketua PARFI, Andreanus Dedy, yang saat itu turut mengatar Shinta ke rumah sakit mengungkapkan sosok Shinta di matanya.

“Beliau sendiri sangat membuat situasi apapun jadi ceria. Kebetulan ini hari akhir beliau,” ungkap Andreanus.

Dia bikang, ‘Yuli tolong gue, balurin gw pake remason’. Aku kasih minyak angin semua. Aku kerik pakai tangan aku. Pas aku balik lagi dia sudah geletak di bawah,” cerita Yuli.

Suami Shinta pun datang, menurut cerita Yuli, saat keluar dari gedung PARFI Shinta sudah menghembuskan nafas terakhirnya yakni sekira pukul 7.10.

“Keluar dari gedung PARFI dia meninggal. Itu jam 7.10. Dia meninggal di perjalanan,” imbuhnya.

Yulia mengungkapkan, PARFI sudah seperti rumah bagi Shinta.

“Jarang sekali orang mau meninggal dia minta maaf.Sepertinya dia datang ke PARFI sudah berasa. Di situ rumahnya, di situ keluarganya,” imbuh Yulia.

Saat di PARFI Selasa (20/9/2016) sore, Shinta memang sudah sakit. Yana menduga Shinta hanya masuk angin, sehingga disuapi bubur dan teh hangat.

Namun ternyata, kondisinya semakin memburuk.


Originally published at tiaratna1.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.