Sekolah Murah Yuni Shara Banjir Peminat

PT. Kontak Perkasa Futures — Dibantu guru-guru profesional, Yuni pun bermimpi untuk memperluas sekolahnya dan menambahkan beberapa fasilitas yang akan membuat anak-anak lebih nyaman belajar.

“Memang jalanin sendiri dibantu dengan guru-guru profesional. Mudah-mudahan kalau ada rezeki saya bisa memperluas sekolah saya. Jadi anak-anak Indonesia yanh ada di Batu kesulitan dana tapi pengen sekolah bisa sekolah di tempat saya,” ungkapnya. Yuni mengungkapkan biaya pendidikan di sekolahnya sangat murah.

“Karena di sekolah saya cuma bayar Rp 2.500 per visit. Mudah-mudahan kalau saya punya sarana yang lebih luas, anak-anak senang di sekolah saya,” imbuhnya.

Ia berharap TPA miliknya bisa mensubsidi silang bagi anak-anak yang tidak bisa membayar sekolah.

Sekolah playgroup, TK, dan TPA (tempat penitipan anak) murah yang didirikan vokalis Yuni Shara di Kota Batu, Jawa Timur, dibanjiri peminat.

“Kalau di Batu saya concern pendidikan anak. Murid saya bertambah banyak. Tadinya playgroup, sekarang ketambahan TK sudah tiga kelas. Saya kewalahan untuk tempatnya,” ujar Yuni di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (14/8/2016).

Yuni mengaku terpaksa menolak beberapa anak yang mendaftar. Karena itulah ia berencana memperluas sekolahnya.

“Saya sudah menolak anak-anak yang mau sekolah di situ. Saya terus berpikir bagaimana caranya memperluas sekolah saya supaya anak-anak yang pengin ke sekolah saya, bisa masuk ke situ,” katanya.

Dirikan PAUD, Yuni Shara Kewalahan Dibanjiri Murid | PT Kontak Perkasa

Yuni berharap, bisa terus memperluas sekolahnya dan membuka cabang di tempat lain. Sehingga semakin banyak anak kurang mampu yang bisa mendapatkan pendidikan.

“Jadi anak-anak Indonesia yang kesulitan dana, terutama yang ada di (kota) Batu tapi pengin sekolah, mereka bisa sekolah di tempat saya,” lanjutnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Yuni memang hanya mematok biaya Rp2.500 per anak setiap kali masuk.

“Jadinya saya tidak berpikir bagaimana-bagaimana mudah-mudahan mendapat rezeki, yang penting adalah niatnya, membantu manusia lain,” tambahnya.

Sudah kurang lebih empat tahun belakangan, Yuni Shara menjalankan sebuah sekolah untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kota kelahirannya, Batu, Malang, Jawa Timur.

Selama berjalan, PAUD yang didirikan sejak Agustus 2013 lalu ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar sehingga sekolahnya terus dibanjiri murid yang mendaftar. Meskipun senang, Yuni Shara mengaku kewalahan dibanjiri murid sehingga terpaksa harus menolak beberapa murid yang ingin mendaftar.

“Saya terus berpikir bagaimana caranya memperluas sekolah saya supaya anak-anak yang pengin ke sekolah saya, bisa masuk ke situ,” ungkapnya. Selama ini Yuni mengaku memang menjalankan sekolahnya sendiri, tanpa dibantu oleh pemerintah setempat.

“Nah saya belum disubsidi sama sekali oleh pemerintah karena lahan yang saya pakai masih menyewa. Makanya, kemarin saya bikin garage sale kecil-kecilan (untuk membiayai sekolahnya) semoga saya punya lahan sendiri dan membangun sekolah yang lebih luas tentu saja dan bisa dibuat anak-anak bermain dengan leluasa,” jelasnya.

“Murid saya bertambah banyak tadinya play grup sekarang ketambahan TK sudah tiga kelas. Saya kewalahan untuk tempatnya. Saya sudah menolak anak-anak yang mau sekolah di situ,” katanya saat ditemui di sebuah kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu, 14 Agustus 2016. Karena itu, Yuni menambahkan bahwa ia terus mencari cara untuk memperluas dan memperbesar sekolah yang didirikannya, terutama untuk anak yang kurang mampu.

MASUK TK MILIK YUNI SHARA HANYA 2500 RUPIAH | PT Kontak Perkasa Futures

Pemilik nama lengkap Wahyu Setyaning Budi ini juga terus ingin memperluas sekolahnya di daerah lain. Untuk sementara, Yuni membantu anak yang ingin bersekolah di daerah Batu, Malang.

“Karena keterbatasan saya. Memang jalanin sendiri dibantu dengan guru-guru profesional. Mudah-mudahan kalau ada rezeki saya bisa memperluas sekolah saya. Jadi anak-anak Indonesia yang ada di Batu kesulitan dana tapi pengin sekolah bisa sekolah di tempat saya,” tukas Yuni Shara.

Yang terpenting bagi kakak kandung Krisdayanti ini adalah kebahagiaan membantu sesama yang kurang mampu. Yuni menggandeng guru lulusan di bidang PAUD untuk sekolahnya itu.

Iya tapi bagaimana, ada kesenangan. Ya mudah-mudahan saya dikasih sehat bisa nyari rezeki terus bisa membantu semuanya. Guru-guru saya juga kebetulan profesional. Sarjana-sarjana PAUD. Saya punya 10 guru dengan potensi yang baik. Terus berkualitas. Saya juga suka kirim mereka (guru-guru) untuk study banding ke Jakarta,” ujar Yuni.

Pemilik nama lengkap Wahyu Setyaning Budi ini juga terus ingin memperluas sekolahnya di daerah lain. Untuk sementara, Yuni membantu anak yang ingin bersekolah di daerah Batu, Malang.

Yuni Shara sudah empat tahun memiliki sekolah di tempat kelahirannya, Batu, Malang, Jawa Timur. Yuni membuka sekolah dari mulai playgroup, TK, dan TPA.

“Akhirnya saya jalani. Saya konsen dengan anak-anak dan perempuan. Jadinya saya tidak berpikir bagaimana-bagaimana mudah-mudahan mendapat rezeki, yang penting adalah niatnya, membantu orang lain,” ujar Yuni saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (14/8/2016).

Yuni melanjutkan sekolah tersebut yang sebelumnya ingin tutup. Berniat untuk membantu anak-anak di daerah itu, Yuni hanya mematok harga sebesar Rp 2.500 untuk satu hari.


Originally published at tiaratna1.livejournal.com.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.