Curhat Sehat biar bawa Berkat
Keterlibatan saya di dunia kesehatan bermula saat saya di bangku kuliah. Perkenalan saya dengan salah satu perusahaan MLM yang memasarkan produk nutrisi di tahun 90an mengantarkan saya untuk bertemu dengan banyak orang yang ingin hidup lebih sehat atau pun yang sedang bermasalah dengan kesehatan.
Pertemuan dengan mereka yang di golongan terakhir ini tak selalu menyenangkan karena sebagian dari mereka sedang terbaring lemah dan tak berdaya di atas ranjang. Ucapan yang terlontar dari bibir mereka atau dari pihak keluarga membuat hati semakin miris tersayat.
"Suami saya bandel mas. Sudah dibilang berkali-kali untuk tidak merokok, eh malah saya yang dimarahin. Sekarang dokter sudah angkat tangan atas kanker yang ia derita."
"Dokter sebenarnya sudah wanti-wanti agar saya jaga makan. Tapi saya pikir tidak apa-apa karena saya masih muda. Stroke kan biasanya menyerang mereka yang sudah berusia kepala 4 atau 5."
"Minggu lalu papa sudah menjual rumah kami untuk biaya berobat mama ke Singapura. Beberapa bulan lalu 2 mobil dan ruko juga sudah dijual. Sekarang saya dan adik-adik terpaksa numpang di tempat tante. Tolong doakan keluarga kami ya."
"Saya pikir setelah punya 9 asuransi kesehatan segalanya aman. Ternyata saya salah. Saya belum siap untuk meninggalkan anak dan istri saya. Saya masih mau mewujudkan janji saya untuk mengantar anak bungsu saya ke pelaminan."
Setelah hampir tiga dekade, masyarakat sudah semakin melek kesehatan, namun kisah-kisah seperti di atas masih jamak saya temui, buktinya rumah sakit tetap ramai dan BPJS masih laku.
Masih banyak orang yang belum mau menerapkan pola hidup sehat. Bila ada duit mereka lebih memilih untuk menghabiskannya dengan jalan-jalan ke luar negeri, makan cantik, beli gadget terbaru dan lainnya. Beberapa yang lebih cerdas, memutuskan untuk memakai dana tersebut untuk investasi di saham, emas, properti atau instrumen lainnya.
Sayangnya mereka lupa bahwa investasi terbaik harusnya dimulai dari diri sendiri: salah satunya kesehatan Anda. Tanpa kesehatan yang baik, kualitas hidup Anda pasti menurun; tak bisa menikmati jalan-jalan di tempat eksotis, mau makan apapun susah, boro-boro main Mobile Legend di gawai terbaru. Kesehatan yang buruk juga akan menggerus investasi Anda. Harta yang telah sekian lama Anda kumpulkan akhirnya harus Anda lepaskan kepada pihak rumah sakit. Punya asuransi kesehatan yang lengkap itu baik, tapi bukan solusi yang tepat karena tak ada seorangpun yang rela kakinya diamputasi karena sakit kencing manis walaupun dibayar 1 milyar atau bahkan 100 milyar sekalipun. Anda rela? Saya tidak.
Saat ini pola hidup sehat bukanlah sekedar suatu pilihan tapi sudah suatu keharusan yang mendesak, karena bila Anda gagal hidup sehat sedini mungkin, maka "harga" yang harus Anda bayar nantinya akan sangat besar sekali.
Lalu dari mana kita harus memulai investasi kesehatan kita? Very simple dan saya yakin masih jauh lebih terjangkau dari berbagai investasi lainnya.
1) Makanan & Minuman
Kalau belum ada pantangan dari dokter, silahkan menikmati semuanya, TAPI dengan jumlah/takaran yang terbatas. Apa saja?
- Karbohidrat seperti nasi, mie, spaghetti dan kawan-kawannya jangan dinikmati dalam porsi menggunung ya. Kebanyakan karbo bukan cuma bisa membuat perut semakin membuncit tapi juga mengantar Anda kepada diabetes.
- Gula yang ada di minuman bersoda, kopi kekinian, bubble tea dll itu sangat tinggi. Batasi konsumsi cukup seminggu atau dua minggu sekali saja. Kalaupun harus minum kurangi gula/sirupnya atau minta yang tawar saja sekalian. Kebanyakan gula juga bisa berujung diabetes.
- Lemak dan kolesterol memang dibutuhkan untuk aktivitas syaraf dan hormon tapi dalam jumlah terbatas saja. Limpa, usus, babat, otak, kikil dan rekan-rekannya di gerai nasi Padang memang sangat menggoda. Tapi bila masih ingin liat cucu, batasi asupannya 1 porsi sekali sebulan saja.
- Sayur dan buah sangat perlu diperbanyak porsi dan juga variasi warnanya. Beda warna beda kandungan nutrisinya.
2) Aktivitas Fisik
Tubuh kita dirancang bukan untuk duduk dan tidur tapi untuk bergerak. Buat yang budgetnya terbatas, Anda tak perlu memaksakan diri untuk jadi anggota salah satu klub kebugaran. Beberapa tips sederhana untuk aktivitas fisik.
- Luangkan waktu untuk jalan cepat atau lari sebanyak 3-4 kali seminggu selama sekitar 30-45 menit.
- Pilihlah untuk berjalan kaki atau naik tangga ketimbang berdiri di dalam elevator.
- Ikutlah fun run yang sekarang jamak diadakan. Mulai saja dari lari 5K, lalu 10K dan seterusnya.
- Yang punya masalah dengan sendi bisa tetap berolahraga kok. Pilih saja berenang. Itu solusi yang oke punya.
4) Suplemen
Di tahun 90an hal ini masih jadi perdebatan di kalangan medis. Namun saat ini pihak kedokteran sudah sepakat bahwa suplementasi itu diperlukan untuk beberapa alasan penting.
- sulit untuk mencukupi kebutuhan gizi hanya lewat makanan sehari-hari. Kesibukan yang ada membuat orang lebih sering mengkonsumsi makanan instan atau cepat saji ketimbang yang dimasak sendiri.
- polusi udara di kota-kota besar cenderung semakin meningkat, sehingga tubuh butuh antioksidan untuk menangkal radikal bebas.
- tingkat stres yang tinggi di perkotaan menuntut kondisi tubuh yang lebih prima.
Lalu diantara ribuan merek suplemen yang ada di pasaran, mana yang harus saya pilih? Mana yang cocok? Mana yang terbaik?
Sorry that's for another time, soalnya jari saya udah pegel nih. So stay tune ya.

Konsultasi Kesehatan Gratis:
Mr. Timothy +62 822-2728-2973
#sehat, #kesehatan, #hidupsehat, #bugar, #kebugaran, #penyakit, #sakit #konsultasi, #konsultasikesehatan #hidupsehat, #rumahsakit, #suplemen, #stres, #stress, #depresi, #polusi, #antioksidan, #radikalbebas, #freeradical