Console Experience

Mungkin ini saat yang tepat untuk menulis ini. Sudah hampir 1 bulan lebih PS4 Pro menemani. Pengalaman yang dirasakan ada suka dan dukanya. Game pertama yang saya mainkan di console ini adalah “Horizon Zero Dawn”. Game ini bisa memberi tahu saya kemampuan dari PS4 Pro dan kekurangannya. Game dengan grafik yang bagus dapat dimainkan dengan baik, sayangnya harus dibayar dengan bunyi fan yang luar biasa berisik.

Awalnya juga saya lebih suka memilih membeli Blu-ray Disc dengan alasan bisa dijual kembali. Ternyata saya tidak suka mendengar suara optical drive yang harus selalu berputar setiap kali console dinyalakan dan setiap game dimulai. Mulai dari sini, game saya sudah mulai beralih digital sayangnya masalah lain datang.
PlayStation Network(PSN) tidak sebagus yang saya bayangkan. ISP yang saat ini saya gunakan tidak akur dengan PSN. Seringkali IP di banned dengan alasan tidak jelas. Beberapa solusi adalah minta provider untuk konfigurasi kembali, reset modem hingga mendapat IP yang tidak di block, atau pancing dengan tethering. Kecepatan donwload ke server mereka pun luar binasa jelek. Ga usah dibandingin sama Steam deh. Mau buka Spotify aja ga bisa kalau kena block. Bener-bener aneh.

Game berikutnya yang saya mainkan adalah “inFAMOUS Second Son”. Game ini bener-bener nunjukin kemampuan PlayStation 4 secara maksimal. Di game ini saya jadi tahu kehebatan dari DualShock®4 Wireless Controller. Controller terbaik yang pernah saya pegang. Pada controller ini terdapat touch pad, built-in speaker, tilt sensor dan yang paling penting adalah 3.5mm audio jack. Jadi kalau kalian punya headphones bagus, maen game ga perlu pake speaker. Hal ini juga yang meyakinkan saya untuk membeli DUALSHOCK®4 USB Wireless Adaptor untuk PC. Kombinasi kedua hardware ini dan Steam yang sudah support DualShock merupakan kombinasi terbaik. Batre juga bukan masalah, selama ini saya belum pernah kehabisan batre. 4 jam lebih bermain batre tetap bertahan.

https://www.pcinvasion.com/steam-update-make-dualshock-4-controller-fully-configurable

Game berikutnya yang saya mainkan adalah “The Last of Us Remastered”. Menurut saya ini game overrated.
3 game yang saya sebutin diatas udah ditamatin yah. Kalau butuh bukti bisa dilihat di https://psnprofiles.com/Tir-ta.

Saya pengen tahu lebih lanjut sebagus apa game exclusive yang ada di PS4. Akhirnya memutuskan untuk mencoba “Bloodborne”. Di game ini saya dikecewakan dengan FPS yang luar biasa.

Mungkin ekspetasi saya terlalu tinggi jadi saya hanya merasa cukup puas. Memang tidak ada sistem yang sempurna tapi sejauh ini saya jauh lebih memilih PC.
Namun untuk harga yang ditawarkan, menurut saya PS4 Pro merupakan gaming system yang sangat reliable.


Update 20 Agustus 2017
Udah sekitar 1 bulan PS4 jadi pajangan. Saya lebih banyak maen Rainbow Six Siege sama PUBG di PC. Penyesalan membeli mulai muncul. Berasa impulsive buying.