Ketika Pay to Play Tidak Lagi Terasa Mahal & Memberatkan

Masih pada inget ga kalo dulu publisher Lyto pernah membawa game berjudul “Ragnarok Online”(RO) ke Indonesia. Kalo ga salah dulu kalo mau maen game tersebut harus bayar Rp65.000,00 / bulan. Saya juga pernah main World of Warcraft(WoW). Ga kaya game RO, kalau mau mulai bermain WoW kita diharuskan membeli starter pack dulu dan harus bayar bulanan sekitar 300.000 rupiah.

Game-game diatas merupakan contoh pay to play(P2P) yang pernah saya mainkan ketika duduk di bangku sekolah. Dulu mungkin terasa sangat berat untuk mengeluarkan uang untuk bermain game. Begitu masuk ke dunia kerja, mengeluarkan uang untuk bermain game P2P sebernya tidak begitu berat. Tidak berat menurut saya loh ya. Kenapa saya bisa berpikir begitu?Tentunya berdasarkan perbandingan uang yang dikeluarkan dan experience yang saya dapatkan. Mari kita bandingkan aktifitas-aktifitas lain yang sering kita lakukan untuk mencari kesenangan:

  1. Menonton di bioskop saja kita harus mengeluarkan uang sebesar Rp35.000,00.
  2. Ngopi-ngopi / minum-minum cantik yang kurang lebih keluar uang sebesar Rp20.000,00++.
  3. Pernah maen DARTSLIVE, harganya kurang lebih Rp10.000,- sekali main.
  4. Diving, sekali turun kurang lebih Rp200.000,00.

Mari sekarang saya rincikan pengeluaran saya ketika bermain game P2P.

Saat ini saya bermain game P2P Final Fantasy XIV. Anggap saja saya membeli starter pack seharga Rp340.000,00 untuk memulai. Dari harga tersebut saya mendapatkan konten yang bisa saya akses selama 1 bulan. Anggap saja saya bermain setiap hari 2 jam. Berarti saya menghabiskan waktu 60 jam. Kalo dihitung perjamnya kurang lebih perjamnya itu saya harus bayar Rp5.666,66. Kalo dipikir secara rasional sebenernya murah-murah aja kan?(Diluar beli PC dan langganan internet loh yah)

Yang saya rasakan ketika mengeluarkan uang untuk bermain game P2P adalah saya tahu kemana uang saya lari kemana. Kalo dipake hedon memang masih bisa ditracking(saya ada pembukuan rinci sih) tapi ga kerasa itu uang lari kemana setelah beberapa hari.

Gambar diambil dari http://na.finalfantasyxiv.com/lodestone/special/fankit/desktop_wallpaper/3_0/

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Adrianus Tirta’s story.