Pentingnya Punya Visi/Mimpi

Sekitar tengah tahun, bisa dibilang saya tidak punya visi sama sekali. Di tulisan ini saya mengasumsikan bahwa visi dan mimpi itu sama. Biasanya saya membuat visi dimana saya mengadakan suatu trip ke suatu daerah. Berhubung tahun ini saya berkomitmen untuk mengerjakan tesis maka saya membuat janji ke diri sendiri dimana saya tidak akan bepergian selama tesis belum selesai di tahun ini. Janji yang saya buat ternyata didengar. Ketika mau melanggar janji ternyata ada saja alasan untuk tidak bepergian.

Terjadilah insiden kantong jebol di 2 bulan ini. Saya membuat komitmen, dimana apabila saya berhasil mengganti Internet Service Provider(ISP) maka saya akan mulai live stream gameplay saya dan hal ini terjadi. Sebenernya live stream ini adalah bahan untuk self-improvement. Awalnya hanya iseng dan masih menggunakan software GeForce Shadowplay. Lama kelamaan merasa kurang visual akhirnya ganti ke OBS. Waktu pake OBS, overlay yang ada terlalu dikit akhirnya beli web cam. Berhubung pake OBS, performa yang saya dapatkan drop akhirnya mau ga mau saya ganti VGA dan kebetulan lagi ada diskon. Belum lagi bulan lalu ganti mouse karena gatel mata.

Apa yang terjadi? Ketika saya punya mimpi maka saya akan bekerja keras untuk meraihnya. Begitu saya tidak punya mimpi, tabungan yang saya kumpulkan raib menjadi perangkat keras karena saya berpikir “Ah ga akan kemana-mana ini. Uangnya bisa dipake dulu.” Hal di atas ga akan terjadi kalau saya punya mimpi lain. Apabila saya punya mimpi pasti saya akan merencanakan keuangan saya lebih baik. Tidak hedon seperti ini.

Mimpi dan visi itu penting menurut saya. Hal ini adalah sesuatu hal yang bisa membuat kita mempunyai motivasi dan ga lupa arah.

Ilustrasi gambar header diambil dari https://www.stumagz.com/dreams2

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Adrianus Tirta’s story.