Rekam Jejak #7 — Sebuah perjalanan…
Minggu, 03 November 2019.
Diklat hari ini diawali dengan tes fisik 6 keliling saraga, push up, sit up, dan 3 set plank. Dan dilanjutkan dengan jalan-jalan.
Eh ini gak sembarangan jalan loh!
Kami diberikan tantangan untuk mengunjungi 3 tempat hanya dengan modal 15 ribu rupiah. Pemenangnya adalah tim yang sampai ke ITB lebih dulu dan membawa uang lebih banyak.
Tempat pertama
Hampir satu jam, kami (Kelompok 3, aku, black, trindy, galih, bintan, dan hilda) berjalan dari ITB ke Taman Vanda. Kebetulan di pos pertama Bintan belum hadir dan baru menyusul saat menuju pos kedua.

Di Taman Vanda, kami diberi tugas untuk melakukan observasi dan menampilkan pertunjukkan kepada khalayak ramai Balai Kota (puisi/pantun/pidato). 15 menit tak terasa sudah berjalan, akhirnya kami beraksi di depan masyarakat yang sedang asik kumpul keluarga. Kebetulan di depan kami terdapat sekumpulan ibu-ibu yang sedang makan dan menyimak aksi kami. Dibuka oleh Galih dengan pantun mautnya dan ditutup oleh Hilda dengan orasi singkat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Di pos ini aku belajar banyak tentang berpikir cepat, berani berbicara di depan umum, dan bagaimana cara bersikap ketika bertemu dengan orang banyak. Ibu-ibu yang menyimak sangat antusias dan menanggapi beberapa statement kami yang lucu. Haha ternyata seru ya berinteraksi dengan orang lain. Intinya disini adalah pengaplikasian materi public speaking dimana masing-masing orang harus bisa menunjukkan warnanya kepada orang lain dengan media berupa pantun, puisi, atau pidato.
Perjalanan di pos 1 ini ditutup dengan pemandangan menarik yang kupotret secara tidak sengaja

Ternyata pemandangan yang sedang ia tuju sangat menarik.

Tempat kedua
Perjalanan dilanjutkan dengan pos kedua yaitu Taman Fotografi. Seperti pos pertama, kami memilih untuk berjalan kaki selama kurang lebih 20 menit. Sesampai di Taman Fotografi, kami bertemu dengan Farhan. Kami diminta untuk menunjukkan hasil dokumentasi yang kami ambil dan menceritakan apa isi dari dokumentasi tersebut.
Di pos ini aku menyadari tentang pentingnya memotret momen yang menarik untuk diceritakan. Ternyata mengambil gambar atau video tidak sesembarangan itu. Asal potret sana sini. Kami dituntut untuk memberikan kesan pesan dari apa apa saja yang sudah kami peroleh. Dan sudah pasti skill jepret men-jepret kami diuji.
Yang menarik dari Taman ini adalah sekumpulan anak kecil mungkin sekitar 7–12 tahunan yang asik menari ditemani oleh ibu mereka.

Pos 2 ditutup dengan penekanan kembali akan pentingnya menangkap momen dan mampu menceritakan cerita di balik momen tersebut.
Tempat ketiga
Pos ketiga di Taman Lansia. Kami memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu di Masjid Baiturrahman. Akan tetapi, alam berkata lain. Hujan deras mengguyur Bandung dan sekitarnya. Kami ditelpon oleh Kak Yeriko dan dimintanya untuk segera kembali ke ITB.
Karena sudah lelah berjalan kaki, kami meminta tolong teman untuk memesankan Go-Car ke ITB.
Coba bayangkan hujan-hujan di mobil bersama dengan 5 orang teman jurusan lain. Teknik Metalurgi, Teknik Geologi, Rekayasa Pertanian, Arsitektur, Teknik Geodesi dan Geomatika. Di dalam mobil, yang ada hanya tertawa dan saling sharing tentang hal-hal menarik di jurusannya. Kayaknya ini salah satu momen bahagia gue di semester ini deh wkwk. Terimakasih teman sudah mau berbagi dan membuat tertawa! Semoga lu pada sukses woi.
#DiseminasiKhususAMI2020
#AkuMasukITB2020
#AMI100TahunITB
#MenjelajahiNegeriBersamaAMI
