Ketika yang kau rasa
adalah lembutnya belaian mentari pagi
begitu hangat
dalam latar kicauan burung-burung menggigil
yang saling bersahutan
Dan,
ketika yang kau dengar
adalah bisikan angin sejuk
menyapa
tanpa spektrum aksara
Tertahanlah ayunan langkah
oleh setitik keindahan semesta
yang seolah sembunyi
di balik sesaknya dunia

Puisi tanpa judul ini terinspirasi oleh merdunya terpaan matahari saat penulis sedang berjalan menuju laboratorium di Kampus Gajah pada pagi yang begitu cerah tanpa distraksi aktivitas mahasiswa lainnya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.