One-Man Show

Terkadang, bukan itu yang aku inginkan

bukan juga dia

Terkadang, hati ini ingin bicara

bahkan menggema

Terkadang, tak selalu dipandang utuh

tetapi sebelah

Terkadang, manusia lain tak ingin menoleh

ada apa di seberang

Jiwa luluh lantak mati oleh perintah

Bicara pilihan namun otoriter

Katanya bebas nyatanya terikat

Apa?

Buat apa?

Silahkan kamu berdiri di atas panggungmu yang agung

Tersenyumlah karena dunia ini memang milikmu

Lalu kau tatap satu-persatu penontonmu bahagia

Jangan lupa, abaikanlah orang-orang di sisi kanan-kiri bahteramu

Kamulah yang ada

Hanya kamu. Persetan orang lain.