tobasatu.com, Karo | Pelajar SD dan SMP Pengungsi Sinambung yang berdomisili di tiga desa Relokasi Siosar, Tanah Karo, Sumatera Utara hingga hari ini, Jumat (5/2/2016) masih “mogok” sekolah. Mereka masih trauma atas insiden dump truk yang membawa puluhan murid SD Pengungsi Sinabung masuk jurang dan menewaskan Khairunisa br Ginting.

Sekretaris LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Karo Lamhot Situmorang, saat dihubungi wartawan. “Anak sekolah di sini sekarang lagi mogok sekolah dek”, ujarnya.

Menurutnya, sebelum kejadian dump truk yang membawa puluhan murid SD Pengungsi Sinabung masuk jurang ketika melintasi tanjakan Puncak 2000 Desa Kacinambun Kabupaten Karo, Selasa (2/2/).

Beberapa orang tua pelajar SD sudah mengutarakan keresahan atas kondisi anaknya yang sangat sering menumpang mobil dump truck. Keluhan tersebut langsung ditanggapi PPK percepatan pembangunan Siosar, Sarman Tarigan ST dengan membuat solusi bekerjasama dengan mitranya termasuk TNI dan Lsm KCBI Karo.

Hasilnya, lahan berbukit di samping Gereja Oikumene bangunan swadaya Mabes Tni dibenahi (diratakan) untuk dijadikan sekolah darurat khusus pelajar SD Siosar yang terbuat dari tenda. Namun beberapa hari kemudian, sekira jam 16.30 Wib, mobil truk yg ditumpangi pelajar SD masuk jurang. ” Padahal Sarman Tarigan sebelum sudah menyarankan anggota BPBD (Driver) menjemput para pelajar itu,” ujarnya.

Sarman Tarigan ST ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, kalau pihaknya telah mendirikan sekolah darurat yang terbuat dari tenda berjumlah enam tenda lengkap dengan alat-alat belajarnya, seperti meja, kursi, papan tulis dan yang lainya.

“Untuk sementara mereka sekolah di tenda ini. Hari senin ini, mereka sudah bisa melakukan proses belajar mengajar sebagai mana biasanya” ujar Tarigan. (ts-10)

The post

Pasca Dump Truk Masuk Jurang di Tanah Karo

Siswa SD Dan SMP Siosar “Mogok” Sekolah appeared first on tobasatu.com.

via tobasatu.com http://ift.tt/1SPAY2c