Dinding ruang ini pun terlukis senyum merekah mu. Aku bisa lihat samar-samar warna gusi mu, bintik bintik jerawat yg terampil menggantung di pipi mu, mata yg sedari tadi berpijar hangat.
Bukankah beberapa waktu lalu kau dan aku hanya orang asing yg tak bersapa nada ? Ah, kau selalu saja bisa membuatku gagal terlelap jingga
Subuh yg semakin dekat, kau yg mengambang di langit langit kamarku. Aku yg bisa dibilang merindukanmu.