Kau begitu ketara dalam bayangan, membiaskan hadir mu yg teramat dekat.

Meng-Aku kan Kau dalam diriku, mengakui dan mengumumkan dirimu merdeka, bebas, namun tak kubiarkan pergi.

Meski nyatanya Kau hanya berdiam diri, bersama dunia mu yg teramat asik, Aku yg asing bagimu menyapa dalam ramainya teman mu, tertunduk lesu membalikkan punggung dan lambaian tangan.

Dan sekali lagi, Kau bebas merdeka dalam ego ku, Meng-Aku kan Kau dalam diriku, namun tetap tak kubiarkan kau pergi

Like what you read? Give Mohammad Fatoni a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.