Kendari itu Dimana?

OPINI

Adalah pertanyaan yang sering orang Kendari dapati ketika berada atau mengunjungi daerah lain. Mungkin karena kota ini belum setenar kota lain atau karena si penanya nilai geografinya rendah.

Terlepas dari semua kemungkinan itu. Pertanyaan Kendari itu dimana? Tentu tidak bisa hanya menjadi sesuatu yang bisa saja terjadi. Hal itu harus menjadi pelajaran bagi siapa saja yang pernah merasakan pertanyaan itu, bukan hanya Kota Kendari tentunya.

Kota Kendari memang belum terkenal seperti layaknya Kota Makassar dan Palu yang sama-sama berada di jazirah kepulauan Sulawesi.

Ketika kita menyebutkan beberapa nama kota dalam perbincangan dengan orang lain tidak jarang yang kita dapati adalah ungkapan dari kekaguman yang dikarenakan adanya sesuatu yang mencirikan daerah tersebut.

Contohnya, ketika membicarakan Makassar orang akan merespon, “Oh yang ada pantai Losarinya ya?”, Coto Makassar, PSM. Bandung, “Oh yang ada alun-alunnya itu ya?”, Taman Jomblo, Persib, Gedung Sate, ITB, atau bahkan daerah terdekat dengan Kendari yakni Wakatobi kebanyakan orang lebih mengenalanya dengan surga bawah lautnya. Itu bukanlah masalah tapi justru itu adalah tantangan tersendiri untuk daerah lain juga tentunya.

Lalu kabar baiknya ternyata ada orang yang mau mengambil peran lebih besar bahkan sangat besar. Mereka adalah para calon pemimpin Kota Kendari yang sebentar lagi nasibnya ada ditangan Tuhan dan kita semua sebagai pemilih.

Kita belajar dari nama pahlawan daerah Haluoleo yang namaya juga diabadikan menjadi nama beberapa tempat, jalan, juga kampus. Nama itu nampaknya agak sulit untuk diucapkan dengan tepat oleh orang yang berasal dari luar Kendari dan sekitarnya atau oleh orang yang kurang menikmati sejarah.

Apakah harus mengganti nama Haluoleo menjadi Hasanuddin, Sudirman atau bahkan Soekarno-Hatta agar mudah dikenal? Tidak. Yang bisa dilakukan adalah menerjemahkanya menjadi sebuah kekaguman. Kekaguman yang seiring dengan pengembangan Kota Kendari.

Sehingga ketika orang memperbincangkan Kota Kendari akan memudahkan warganya menjawab pertanyaan karena pembangunan dan peningkatan sumberdaya manusianya menjadi sesuatu yang layak untuk diketahui orang lain dan dibanggakan warganya.

Maka pemimpin Ibu kota Sulawesi Tenggara ini harus berupaya melakukan hal yang bersifat kekinian, belajar dari masa lalu dan menawarkan masa depan.

Jadi pertanyaan Kendari itu dimana? bisa dijawab dengan tanda-tanda kemajuan, “Oh yang kota hijau itu”, “Oh yang pantainya keren”, “Oh yang bebas korupsi”, “Oh yang fasilitas anak mudanya lengkap”, “Oh yang aman itu” dan sejuta kekaguman yang lain. Aamin

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.