AHOK & AKHLAK (Bag 1)

Gaya Ahok & Implication Magnitudenya

Semua hal di dalam hidup adalah penting, namun tidak semuanya mendesak, tidak semuanya prioritas utama.

Saya ingin mengeluarkan beberapa hal yang ada di dalam kepala, beberapa hal yang belakangan ini seperti semakin banyak, memenuhi dan memberi rasa nyeri.

Yang pertama adalah perihal Pilkada DKI Jakarta -yang mana sebenarnya saya sebagai warga Depok tidak ada urusan dengan itu-, lalu yang kedua adalah soal pembajakan yang di dalamnya terdapat produk-produk seperti: CD, VCD, DVD, Dsb.

Dua hal tersebut secara langsung tidak ada hubungannya, lalu kenapa saya berusaha menyatukan mereka meskipun saya tahu mereka tidak berjodoh? Ya, sama seperti yang biasa Tuhan lakukan; bercanda, guyon, atas nama humor.

Tidak, abaikan yang barusan, ini serius; keduanya kelak akan saling berhubungan, bahkan tidak hanya dua hal itu, dalam perjalanan tulisan ini nantinya akan ada Go-Jek dan Grab Car, kemudian di beberapa situasi akan muncul Gendis (ini anak saya, ngg.. Tepatnya ca-lon-a-nak-sa-ya), lalu ada saya sebagai ayah dan suami, istri saya, keluarga besar kami, tetangga kami, hingga para pengajar Gendis di sekolahnya. Oh, iya, nanti juga ada pak Basuki Tjahaja Purnama (yang selanjutnya akan disebut sebagai Ahok).

Hmm, mulai dari mana ya?

Bersambung ke Bag 2
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.