Hacktiv8 Week 1
Happy weekend, guys!
Hari ini saya mau ngebahas apa aja yg udah didapetin dari phase 0 week 1 hacktiv8.
- Menggunakan Git dan Github

Git adalah tool ang dipakai untuk mengetahui apa saja yang telah dilakukan ketika mengembangkan software/pengelolaan file dan folder. Git juga memungkinkan untuk kolaborasi dengan rekan tim yang sama.
GitHub adalah tempat/komunitas dimana tim bersama anggota lainnya bekerjasama dalam mengerjakan software project.
Hal — hal yang telah dilakukan:
- Menguasai command-line sebelum menggunakan Git
- Membuat akun GitHub
- Melakukan instalasi dan konfigurasi Git dan SSH pada komputer
- Membuat repositori pada GitHub untuk pembuatan web
- Clone repositori ke local
- Melakukan add dan commit terhadap file/folder yang mengalami perubahan
- Push dari local ke repositori serta pull dari repositori ke local
Git merupakan alat yang sangat berguna ketika ingin berkolaborasi dengan anggota lain dalam tim yang sama. Dalam menggunakan Git, saya perlu memahami berbaai command-line terlebih dahulu. Hal ini dilakukan dengan menggunakan command prompt pada pc windows yang dimiliki.
Ketika ingin membuat atau melakukan perubahan pada suatu website, saya melakukan push untuk memasukkan code atau file/folder yang telah saya buat ke repositori. Dengan demikian, website saya dapat dipublish dan tidak hanya terdapat di local computer saya lagi. Ketika akan melakukan modifikasi file/folder pada computer lain, saya perlu melakukan pull dari repositori untuk mengambil data — data yang telah ada tersebut.
2. Menuliskan code HTML dan CSS

Ketika membuat sebuah website, awalnya kita membutuhkan pengetahuan seputar HTML dan CSS.
HTML memberikan struktur konten pada sebuah halaman website dengan mendefinisikan konten itu sendiri. Contoh: body, header, navigation, image, dll.
Sedangkan CSS memungkinkan developer untuk melakukan styling terhadap konten — konten yang sudah didefinisikan tersebut. Contoh: background color, position, width and height, dll.
Hal — hal yang telah dilakukan:
- Mempelajari basic HTML, yaitu penggunaan elemen — elemen berupa meta data, komentar, header dan footer, paragraf, button, list, table, gambar, dll
- Mempelajari basic HTML form, belajar menggunakan elemen — elemen berupa text field, button, radio button, dropdown, dll
- Mempelajari basic CSS, yaitu menggayakan komponen html dengan color, background color, font size, position, height, weight, border, dll
- Melakukan transisi pada komponen HTML dengan CSS
- Memahami aturan — aturan atau coding style guide dalam menulis code HTML dan CSS serta merapikan code yang telah ada
- Membuat artikel story dan news
- Membuat contact form
HTML dan CSS merupakan dasar yang diperlukan dalam membuat sebuah tampilan website. Dalam pembuatan code-nya pun diperlukan ketelitian dan kemahiran dalam melakukan pencarian informasi soal code pada search engine. Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya error, maka code sebaiknya ditulis secara rapi dan mengikuti aturan — aturan yang telah ada. Saya menggunakan berbagai sumber seperti w3schools dan beberapa website tutorial lainnya ketika ingin mengimplementasi berbagai elemen pada website saya.
3. Memahami dasar — dasar website

Dalam merancang sebuah website, tentu saja diperlukan pemahaman yang lebih baik mengenai teknik serta dasar — dasar yang menjadikan sebuah website itu baik,
Hal — hal yang telah dilakukan:
- Mengenali internet, web, web application, website dan browser
- Mempelajari proses pembuatan website
- Mempelajari cara membuat wireframe dengan wireframing tool
- Mengenal design thinking
- Mengevaluasi UI (User Interface) dan UX (User Experience) sebuah website
- Memahami perbedaan AWD (Adaptive Web Design) dan (RWB (Responsive Web Design)
Pada proses ini saya mempelajari seberapa pentingnya pemahaman yang kita miliki tentang pembuatan website. Dengan memahami alur tersebut, maka saya dapat menciptakan website yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari awal.
Saya pun belajar untuk mengidentifikasi dan menyadari betapa pentingnya interface and experience dalam menghasilkan sebuah website yang gemar dikunjungi. Pembuatan website sebaiknya dimulai dengan melakukan wireframing yaitu menggambarkan konten — konten yang ingin ditampilkan website pada secarik kertas atau wireframing app. Sebuah wireframe tidak perlu terlalu spesifik, hal ini cukup dilakukan dengan menggambarkan konten yang diinginkan melalui simbol — simbol yang mudah dipahami.
Selain itu, saya belajar bahwa website yang baik sebaiknya mudah diakses kapanpun dan dimanapun. Hal ini dicapai dengan memungkinkan pengunjung website untuk mengakses dengan berbagai device yang dimiliki. Maka dari itu, website sebaiknya dibuat secara responsive atau adaptive sesuai dengan kebutuhan dan target pengguna yang diinginkan.