Salah kaprah smart city di Indonesia
Prasetyo Andy W.
964

Smart City Indonesia Masih Kayak NGO, Inisiasi, Hire Vendor, Bikin Report, Lalu Selesai

Senang sekali membaca tulisan Paw, teman di Hackerspace BDG yang lagi dipinjam sama Ahok untuk beresin kota Jakarta dengan memimpin team IT unit Smart City DKI Jakarta. Tulisan yang menjelaskan bagaimana seharusnya sebuah smart city concept diterapkan di sebuah kota.

Sebagian besar kota yang mencoba menerapkan smart city sebagian besar berusaha terlihat menjadi techies dan kekinian. Bahkan KPI(key performance index) yang diset terkadang adalah jumlah aplikasi yang dimiliki. Aplikasi tersebut siapa yang bikin? Berharap pada komunitas atau hire vendor untuk membuatnya. Sama seperti sebagian besar program NGO untuk membantu pemerintah, hire vendor, bikin report, dan tinggalkan. Selanjutnya? Biarkan pemerintah yang melanjutkan, sedangkan pemerintah sendiri tidak punya kapasitas atau resources untuk melanjutkan.

Langkah Pak Setiaji, Kepala unit Smart City DKI Jakarta untuk membentuk team menurut saya adalah yang paling tepat. Team yang akan bekerja setiap hari untuk menganalisa dan mengidentifikasi permasalahan kota lalu mencari solusi yang bisa ditawarkan dengan dukungan teknologi. Team ini bekerja layaknya sebuah startup, dibandingkan sebuah studio/konsultan yang bekerja berbasis project. Belum lagi di pemerintahan, untuk satu project aja penganggaran dan birokrasinya sudah tidak memungkinkan gerak cepat dan beriterasi layaknya startup. Mungkin memang pemerintah kita masih fuck-up mindset-nya, hingga DKI Jakarta bisa memberi contoh bagaimana harusnya sebuah smart city diterapkan.

Di Bandung sendiri, kota tempat saya tinggal. Smart city-nya dibangun dengan mindset command center dan teknopolis. Tapi sampai sekarang belum ada yang kelihatan memberikan perubahan berarti walaupun command center sudah ada sejak lama. Belum lagi project teknopolis yang digadang-gadang menjadi Silicon Valley-nya Bandung, padahal Silicon Valley bukanlah tempat, melainkan ekosistem yang terbangun dari beberapa elemen. Tapi memang Bandung memiliki beberapa elemen pendukung ekosistem inovasi seperti Silicon Valley(saya akan menulis terpisah opini saya kenapa Silicon Valley bisa memiliki ekosistem inovasi yang baik).

Teruskan Paw dan Smart City Jakarta, tunjukkan ke kota-kota lain bagaimana teknologi harusnya menjadi enabler yang baik.