Sampah Bernyawa

Arief Ubaidillah
Nov 6 · 2 min read

Sampah. Sudah jelas pasti tidak ada gunanya sama sekali. Bau, kotor, jorok. Sebelum kita buang menjadi sampah, kualitasnya kita ambil, kita manfaatkan. Setelah itu semua, sampah hanyalah sampah yang dibuang dan dikubur. Namun sebagian orang masih ada yang mendaurulangnya menjadi suatu hal yang berfaedah. Ramai kita temui poster-poster bertulis “jangan buang sampah di sini”, “buanglah sampah pada tempat yang disediakan”, dan lain sebagainya. Poster-poster tulisan tersebut mengingatkan bahwa sampah tidak boleh berada di sembarang tempat.

Setelah kita memahami definisi sampah pada umumnya, marilah kita membuka mata, melihat dan membaca definisi sampah dengan sudut pandang yang lain. Secara prinsipnya sampah adalah ketika tidak ada gunanya. Titik. Dengan dan tanpa disadari, pasti banyak “sampah” yang kita temui di lingkungan kita sehari-hari.

Baiklah. Mari kita cermati dari segi organisasi. Organisasi di sini mempunyai lingkup yang luas, bisa organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, bahkan organisasi perkantoran. Jika kita lihat dari sudut pandang organisasi, maka sebutan “sampah organisasi” pun seharusnya ada. Gelar yang disandang secara otomatis oleh orang-orang yang tidak memberikan kontribusi bagi organisasi bak sampah. Kembali pada definisi sampah di awal, “sampah” itu tidak ada gunanya, sebaiknya dibuang, dikubur, atau dibakar sekalian.

Acap kali konsep yang kita miliki ialah tidak akan membeda-bedakan orang dalam organisasi, namun kenyataannya ketika kita menjalankan roda organisasi tertentu, hukum tersebut tidak berlaku sama sekali. Sebagian besar manusia dipastikan memiliki kepentingan tertentu. Pada dasarnya manusia sungguh egois, karena dengan egoisnya manusia melakukan semua yang hanya sesuai dengan kepentingannya atau mudahnya yang punya manfaat untuk dirinya. Yang tidak ada gunanya, diperlakukan seperti sampah. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada beberapa orang atau kelompok yang tidak seperti itu.

Untungnya, azaz kekeluargaan di beberapa organisasi sangat kuat, sehingga sampah-sampah yang berserakan tadi tidak “dibakar” dalam roda organisasi. Sampah-sampah masih dibersihkan secara halus meski tiap hari datang. Namun, suatu saat sampah-sampah akan hilang dengan sendirinya. Entah dengan apa, yang jelas pasti hilang dan akan tumbuh kembali di era yang lain. Intinya, sampah-sampah dalam organisasi pasti ada. Entah itu bentuk sampah makanan, minuman, sampai berupa orang. Yaa salam~