Cara Jitu untuk Membuat Pupuk Kompos dengan Benar

Lingkungan ketika ada sampah yang kacau di mana-mana memang benar-benar sangat menghalang pemandangan. Selain itu ketika ada sampah organik yang biasa kita lihat dan faktanya memang mengeluarkan bau tidak enak.

Bahkan sampah yang kita temukan di sekitar kita pada umumnya juga lahir dari limbah rumah tangga, seperti kulit-kulit dari sisa kupasan buah atau sayuran sesorang yang buang sembarangan dan akhirnya tidak terurus.

Nah, banyak penelitian yang menemukan kalau sampah dari organik itu sebetulnya dapat kita pakai yang tujuannya untuk menyuburkan tanaman serta bunga yang di halaman kita.

Setelah membaca serta belajar, mungkin kita akan mencari sampah organik yang akan dijadikan atau pupuk kompos. Untuk membuatnya sangat simpel sekali, bahkan anak-anak dapat membuatnya dengan begitu mudah.

Mungkin mulai hari ini kamu akan membuatnya pertama kali, di bawah ini akan memberikan refensi bagaimana cara membuatnya.

Bahan Serta Alat yang Kamu Butuhkan

Pisau Alat Pemotong 
Bak yang Berbahan Plastik 
Penutup dari Plastik 
Tali 
Cangkul 
Cetakan untuk Membuat Kompos (Kalau Kamu Memerlukannya)
Sampah Organik 
Aktivator Pengomposan (Pakai PROMI atau Bisa Pakai Kotoran Ternak atau Rumen) 
Air 
Pasir 
Kapur

Langkah untuk Membuatnya

Pertama, Kita lubangi sisi bagian dasar ember plastik dengan tujuan tempat keluarnya air.

Kemudian kamu bisa bikin lubang galian tanah dengan pakai cangkul untuk mengganti wadah, jika memiliki sampah organik yang begitu banyak.

Setelah membuat lubang kita bisa meletakkan ember, dengan tempat yang teduh. Dan isi ember dengan pasir di dasar ember setelah itu diratakan.

Nah, kalau sudah taruh sampah organik, seperti kupasan dari sisa sayuran, buah dan dedaunan di atas pasir.

Berikutnya kita dapat menambahkan aktivator yang sudah kamu siapkan tadi dengan memakai PROMI atau kotoran ternak atau rumen jika punya hewan ternak.

Kalau sudah selesai kita bisa mentaburkan-taburkan kapur di atasnya. Untuk lapisan yang berikutnya kita bisa menutup lapisan dengan memakai tanah, namun secukupnya saja jangan berlebihan.

Kita juga dapat berulang untuk proses-proses seperti di atas untuk lapisan seterusnya, hingga wadah serta lubang galian tanah yang kita buat penuh.

Sesudahnya tunggu sampai 1 atau 1,5 bulan kita dapat mengeceknya, kalau kompos menyusut sebanyak 50% berarti pupuk kompos dapat dipakai juga sebagai pupuk organik cair untuk tanaman.

Pada akhirnya kita dapat mencetak serta dapat mengemasnya, yang tujuannya agar mudah untuk disimpan.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.