Bayangan Seorang Lelaki; Hal-hal yang Ganjal tentang Kekasihnya.

Aku seringkali membayangimu sebagai kantor atau rumah pribadi walikota — tak bisa dimasuki siapa saja. Banyak aturan-aturan yang mungkin tak akan aku suka, tata-tertib ada untuk di patuhi, tapi aku memilih untuk menjadi warga kota yang pembangkang saja. Aku seringkali merencanakan usaha penyusupan untuk memasukimu, tapi ada alarm mamah-papahmu di sana.

Yang kudapati; aku dalam ketergantungan malam ini. Aku juga jadi sering menganggap dirimu adalah sepuntung ganja, senyummu adalah bahagia yang dapat menerbangkanku. Tanpamu, aku kacau sekali. Sakau berkali-kali.

Aku ingin sekali berhubungan denganmu dalam keadaan tenang-tenang saja, tapi kau bukan putaw yang dapat menenangkanku kapan saja. Kini, rinduku cemas.

Kau lebih dominan menyerupai Stimulan ternyata, ketika kita sedang bersama-sama entah mengapa otak dan jantungku bekerja lebih cepat dari biasanya. Membuatku senang dan gembira sementara saja.

Aku pernah berencana menculikmu seorang diri, tapi aku benci sekali di pidana dan menjadi masyarakat rumah tahanan. Banyak sekali kekayaan pada caramu bicara dan memikirkan hal apa saja. Mungkin dengan menculikmu aku bisa memperkaya diri juga, agar tegas bicaraku dan tajam pemikiranku. Agar dengan kapan saja aku dapat teriak dan menghantam anggota-anggota dewan, walikota, gubernur, atau siapa saja yang ingin memperkaya diri juga tetapi dengan cara yang sedikit aku kurang suka.

Terkadang kau juga adalah makanan-makanan ringan, jiwaku yang kekanak-kanakkan ingin sekali jajan. Memakan apa saja yang gurihnya ada padamu, serupa keripik pisang masakan buatan bunda yang hanya kujumpai pasca lebaran idul fitri saja. Tapi setiap saat, aku selalu ingin menjumpaimu kapan saja tanpa kenal hari raya.

Aku seorang mahasiswa, tapi penat kepalaku. Di tengah-tengah kota yang Chaos ini. Mungkin kaulah macam hal yang aku suka, perpustakaan kota atau galeri seni dan lainnya. Kau adalah tanggal merah dan waktu senggang yang ingin kusinggahi.

Aku seorang laki-laki yang selalu membayangkanmu menjadi apa saja, di saat dekat dan jauhmu.