Jika Engkau Ingin

Jika ingin kau hidup tak bersusah.

Nikahi saja pria-pria yang gemar tidur di kursi (yang dahulu ia perebutkan mati-matian sampai buang-buang uang hanya untuk mendapat dukungan). Maka segala pinta kau terbeli sudah, kecuali tak kunjung sirna keringat petani di kampung halamanmu dan seorang ibu tua yang menjahit pakaian untuk menyambung usianya dan seringkali ia susah tertidur — mencemaskan putri tercintanya yang merantau hingga ke Ibukota dan tak berkabar hingga saat ini. Sepasang suami-istri itu menabur sedih menjelang kantuknya.

Jika ingin kau hidup bersusah.

Tak usah kau merantau menuju Ibukota, menikahi para pria-pria bertubuh tambun juga. Cukup berkeringat saja temani Ayahmu di ladang atau cekatan jemarimu memilin benang — persiapkan segala peralatan jahit-menjahit untuk Ibumu. Ketika malam dan letih menghampiri rumah orangtua-mu yang berbilik bambu itu, di atas dipan kalian bertiga bercerita — tebar bahagia.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.