Kelahiran dan Kematian Saya

Saya ingin terlahir bersama mata pagi yang terbit di senyumanmu, juga menangis bersama hujan ketika langit matamu mendung yang panjang, lalu merangkak menuju helai rambutmu yang menggantung indah.

Hingga saya mampu melangkah dan menggenggam, teman bagi sepasang lengan dan kakimu yang jenjang.

Saya ingin memanjat puncak kepalamu, menjebak diri sendiri untuk bermalam di sana bersama bulan-bintang yang pendar cahayanya. Saya juga hendak mengudara menjemput tiap-tiap mimpimu.

Hingga saya berniat terjun dan terjatuh diri ini menuju sepasang danau yang ada di wajahmu atau gunung ganda yang meninggi di dadamu.

Saya ingin berenang dan juga mendaki di mana-mana pada dirimu saja, hingga saya tenggelam dalam pandangmu yang dalam, hingga saya tersesat dalam pelukmu yang hangat.

Suatu saat saya ingin mati — habis nafas saya atau barangkali diterkam saya oleh sang waktu yang buas.

Semoga kelak engkau adalah bunga yang tumbuh di badan pemakaman saya.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Mad Ulil Ayidi’s story.