Menjadi Kita Itu Sulit


“Aishiteru yo, futari wa hitotsu ni… Wherever you are, i always make you smile. Wherever you are, i’m always by your side…” -One Ok Rock, Wherever You Are.

Untuk Desny

Menjadi aku itu sulit, segala cara kucoba untuk melawan diri sendiri, tapi tak bisa kulakukan juga dalam kesendirian, dan butuh penguat semacammu sebenarnya.

Lelaki semacamku telah lama berendam pada kolam dosa, langkah kaki ini melaju tapi entah ia tak punya tujuan, hampa, ia ingin menetap pada kejelasan saja, tapi selama hidupnya ia temukan ketersia-siaan.

Hingga kau kutemukan kembali dalam keadaan yang sama. Maaf atas hilangku yang terlampau lama, dan aku menyesal waktu-waktu yang terbuang sia belaka itu hanya berbuah ketidakpastian isi kepala wanita-wanita itu, dan kamu masih terima kepulanganku? Aku sungguh tersanjung. Berbahagia.

Tapi. Percayalah, mencintai aku itu sulit. Aku masih milik beribu masalah dalam hidup ini, tindak-tandukku tak selamanya disukai orang-orang sekitarku. Puisi-puisiku yang lalu itu bukti; aku bukan lelaki baik-baik.

Di luar sana, aku yakin ada belasan kepala mungkin puluhan yang tak terima kau untuk jadi kekasihku. Kau terlampau sempurna memang untukku yang berdosa ini.

Tapi. Sekarang kuusahakan lain, kuingin perbaiki semua meski tak akan mudah, akan kucoba sebisaku. Menjadikanmu kekasih itu sebatas langkah awal, setidaknya denganmu aku bisa lebih jauh belajar untuk saling menghargai perasaan satu sama lain. Aku benci diri ini yang kemarin; gemar bermain-main. Tak pandai berpikir pula.

Sejujurnya, masih banyak dosa-dosaku yang belum kau ketahui kasih. Semoga hadirmu rubahku, senantiasa pula aku ingin selalu bahagiakanmu. Dimanapun kau berada, bahagiamu kujaga. Dimanapun engkau ada, hati dan seluruhku ini teruntukmu saja.

Kita adalah kedua perbedaan yang sedang mengkolaborasikan pemikiran-pemikiran dan terima segala kurang dari diri masing-masing, tolong jangan menjadi sosok yang asing ketika kau dekat aku. Tersenyumlah kasih.

Meski menjadi kita itu sulit, tapi kau dan aku telah mencobanya. Semoga tak lagi kutemui kesulitan-kesulitan yang lain berikutnya, aku ingin cintaimu dengan mudah saja, dalam kesederhanaan kita.

Like what you read? Give Mad Ulil Ayidi a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.