ONDEL-ONDEL

Lelaki itu menari di atas kesedihannya sendiri, ia malu menampakkan diri — ia kenakan ondel-ondel berwajah merah garang yang lihai bergoyang.

Lelaki itu menjumpaimu di sepanjang jalan hidupnya, memberikanmu hiburan recehan yang tidak pernah kau bayar dan saksikan.

Musik gaduh masih mengiring pilu, memalsukan kematiannya yang telah ia rencanakan sendiri; berpura-pura melalu-lalang pada ramainya jalan, meleng, tertabrak truk pengangkut ayam, maut mendekat.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.