Wanita-wanita dan Cuaca Mendung
Ada seorang ibu pekerja yang rajin membersihkan cuaca dari nasibnya yang pancaroba. Sementara mendung masih saja menjadi wadah luka-dukanya bernaung.
Atau tentang seorang gadis yang bersembunyi di pojok kamar tidurnya dari, mengumpat dari macam derita yang menangisi kebahagiaannya.
Di kota, seorang wanita mengutuk pekerjaannya. “Bos bangsat!” marah-marah ia.
Di desa, seorang ibu menunggu kehadiran anaknya hingga sepuh dan mengkerut wajah jelitanya.
Di mata keduanya, cuaca sedang mendung dan entah siapa yang akan mengundang hujan tiba lebih dahulu.