Jauh disana

Mereka tak mengenal angka

Bahkan huruf pun buta

Kita disini menikmati megahnya dunia

Lupa akan kurcaci yang tenggah dilanda sengsara kebodohan nyata

Disana, sangat jauh disana

Kurcaci yang berjalan menyurusi hutan

Menerjang sungai

Tuk sekedar duduk dirumah reot

Menunggu sang pemberi ilmu

Disini ditempat ini

Bahkan jarak tiada berjarak

Gedung bertingkat kian mewah

Bahkan disini

Kuda mesin penghapus jarak

Tapi kian tiada beradab

Wahai para wakil kurcaci

Kapan kalian mewakili kami

Saat tertatih demi mengerti bahasa

Saat tersingkir oleh sarana

Wahai para raksasa berkedok kurcaci

Kau lihai bermain kata

Memainkan setiap angka

Mengambil hak kurcaci lemah

Semua masuk dalam perut buncitmu

Wahai raksasa pemegang tahta

Neraka menjadi milik kalian

Bersama semua harta yang kau rampas

Tahta telah melupakan janji

Pendidikan macam apa ini

Yang pintar justru semakin liar

Yang terdidik justru semakin menghardik

Suaraku tak pernah menjangkau suaramu

Terhalang oleh janji yang membisu

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Umi Sholehah’s story.