Perihal Jodoh dan Kematian

Perihal jodoh?
Aah, aku nggak mau lagi pusing soal itu.
Itu hanya akan ngebuat semua aktivitasku jadi berantakan dan nggak karuan.
Cukup sudah aku menerka nerka, ‘siapa?’, ‘yang mana?’, ‘diakah?’, ‘yaa Allah dimana jodohku?’
Aku mulai menyadari akan satu hal; kematian.
Aku nggak tau mana yg akan datang lebih dulu, apakah jodoh atau jangan jangan kematian.
Aku takut kematianku datang disaat aku sibuk memikirkan siapa jodohku.
Aku hanya sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut jodoh, tapi tidak dengan menyambut kematian.
Tidak, aku tidak mencintai dunia ini sehingga aku takut akan kematian.
Yg kutakutkan adalah bagaimana jika kematianku datang sedangkan aku tak punya persiapan apa apa.
Padahal aku tau, siksa neraka bahkan jauh lebih pedih dibanding luka akan putus cinta.
Lalu kenapa selama ini aku hanya menangisi hatiku yang patah karena seseorang yang belum tentu ditakdirkan untukku,
sedangkan aku lupa bahwa di usia segini, amalku masih segitu-segitu saja.
Jangan jangan selama ini aku hanya mengingat Allah ketika aku sedang terluka?
Jangan jangan luka yang aku rasakan selama ini adalah kode Allah,
Bahwa Allah cemburu, aku terlalu sibuk dengan duniaku.
Aku terlalu mencintai makhluknya.
Aku begitu terlena pada dunia yang kehancurannya sudah di depan mata.
Teruntuk diriku.
Ayo bangkit.
Bukan sekedar bangkit dari patah hati,
Tapi bangkit dari segala hal yang membuatmu jauh dari Allah.
Jadilah lebih baik lagi.
Bukan hanya terlihat baik di hadapan orang lain dan di setiap postinganmu.
Tapi benar benar jadi lebih baik.
Ingatlah bahwa kamu akan kembali padanya.
Lupakan perihal jodoh
Jika memang Allah sudah takdirkan,
Jodohmu akan datang diwaktu yang tepat,
Dan kamu akan menikah pada waktu yang tepat pula.
Tanamlah dalam ingatanmu perihal kematian.
Bisa saja, setelah kematian kamu akan lebih sakit ketimbang proses matinya itu sendiri.
Mati itu sakit dan neraka jauh lebih menyakitkan.
Mataram, 06 November 2019.
Bq. Putri Wahyuni
