Ayo Wisata Seni ke Istana Nasirun, Pelukis Milyuner di Jogja

Kali ini admin Jogja Semberani akan mengangkat salah satu kisah Pelukis Milyuner sederhana yang bertempat tinggal di Jogja bernama Nasirun. Nasirun adalah seorang pelukis, artist Indonesia yang karyanya sudah sampai ke 5 benua. Pria kelahiran Cilacap ini memiliki rumah seharga milyaran serta mobil Alphard, namun hal itu tidak membuatnya menjadi sombong, ia tetap bersahaja, tidak bisa menyetir bahkan tidak memiliki handphone karena dianggap rumit dan boros.

Dr.Oei Hong Djien (OHD), seorang pencinta seni rupa yang sangat disegani mengatakan bahwa Nasirun seorang pelukis yang komplet. Teknik lukisnya tinggi, imajinasinya luar biasa. Ia cerdas dan menguasai konsep, namun ia tidak meninggalkan segi estetika bahkan rasa. Hal itu merupakan sisi terkuat dari Nasirun. Karyanya ekspresif dan imajinatif. Ia sangat piawai dalam hal yang detail dan rumit sehingga sisi dekoratif pun ter-representasi dengan kuat dalam karyanya. Sepertinya pelukis Affandi, Sudjojono dan Widayat diborong jadi satu.

Melukis dengan Hati

Lalu bagaimana ia bisa membuat karya yang begitu spektakuler? Bahkan para penikmat karyanya sampai rela terbang dari Eropa ke Jepang untuk melihat pamerannya. Jawabannya adalah sebelum membuat lukisan yang bisa mengambil hati para penikmat seni, ia sudah terlebih dahulu menaklukkan dirinya sendiri. Mungkin pencarian diri itu terjadi saat ia bergelut dalam kesehariannya ketika berkarya.

Pria yang pada awalnya memiliki nama Mashuri ini mengatakan bahwa dalam melukis, ia tidak memperhatikan apa yang sedang booming. Pria lulusan Institut Seni Indonesia (ISI Jogja) ini tidak berambisi untuk menjadi populer, kaya raya, apalagi berambisi utnuk mengalahkan orang lain. Karya-karyanya adalah usaha menafsir ulang seni tradisi (terutama wayang) dengan melakukan distorsi (melukiskan obyek dengan teknik melebih-lebihkan dan menonjolkan bagian bentuk benda yang ingin difokuskan) anatomi para tokohnya dan mengevaluasi struktur nilainya. Tak jarang, interpretasi itu dikaitkan dengan masalah sosial-politik yang sedang aktual dengan sentuhan humor dan ironi yang kental.

Selengkapnya Nasirun Pelukis Milyuner yang Tak Punya HP

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.