Dorayaki Hasbun
Nov 4 · 2 min read
“the poetic the haunting”. illustrations of aykut aydogdu

Bersenggama Terindah

Badannya tidak terlalu mempesona tapi rupa depannya selalu membuatku selalu ingin bersegama dengannya, dan tak membuat aku bosan bersamanya, begitulah dia.

Semua bermula pada saat aku berjalan-jalan di pameran buku, pada saat itu juga aku bertemu dengannya, pada saat aku mulihatnya seakan-akan ia memiliki magnet untuk datang mendekatinya untuk bercengkrama. Saat aku bercengkrama dengannya begitu indah tiap alunan kata yang tertutur dari setiap uraian demi uraian hingga membuat aku tak ragu untuk membawanya pulang, hingga tak ada rasa ragu lagi aku bawa ia pulang ke rumah. sebelum pulang ke rumah aku mampir dulu ke tempat makan untuk mengisi perutku yang sudah terlalu banyak cacing yang marah ingin di isi makanan. aku memesan makan lalu aku pilih duduk di pojokan agar bisa tenang berduaan dengannya. Sambil aku menunggu makanan datang aku kembali bercengkrama denganya hingga aku tak sadar makanan ku datang dan sudah terasa dingin saking asiknya aku bersamanya, Lalu kuhentikan untuk makan. setelah aku makan lalu aku pergi keluar berjalan pulang sambil kuhisap rokok.

Sampai di rumah aku lalu pergi ke kamar dan mengkunci pintu agar tak ada orang mengganggu untuk menghabiskan waktu bersama. Aku rebahkan badan pada kasur empuk tempatku bermimpi dari semua ke inginanku merubah dunia ini menjadi sebuah taman kanak-kanak. kembali aku tari dia lalu aku buka kembali penutup depannya untuk melihatnya lebih jauh dan kembali pada keinginanku bersenggamanya dengannya, dari tiap balik halaman hingga halaman sunggu menarik hingga aku bangun duduk hingga tidur kembali bersamanya, saat itu juga aku tak pernah ingin berhenti untuk bersenggamanya walau pun waktu yang aku habiskan begituh banyak tapi aku tak ingin berhenti karena ini yang terindah dari sekian banyaknya aku bawa dari pameran buku tapi ini membuatku tak henti-henti dan menjadi yang terindah.

    Dorayaki Hasbun

    Written by

    biarkan tinta menggambarkan harapan-mu dan keresahan-mu yang tak pernah tersampaikan.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade