
Pikiran Chiro
Sore itu Chiro menatapi langit melihat matahari mulai tenggelam berganti menjadi malam, tapi keresahannya tidak kunjung berganti menjadi kebahagian ia tetap merasakan resah dalam dirinya. Setiap pikiran negativ dan setigma negativ mulai bermunculan dalam pikirinnya, dan meresahi setiap lamunannya, hingga ia tak tau mesti berharap lagi pada siapa untuk mengobati semua keresahannya.
Saat itu Chiro berpikir kenapa dirinya mesti di lahirkan di posisi saat ini, orang banyak berkata karena kita tidak mengetahui apa yang menjadi perjanjian antara diri kita dengan Ilahi, kalau misalkan kita mengetahui pasti akan meminta tidak seperti ini, meminta kita dilahirkan di keluarga yang mencukupi segalannya, selalu bahagia tak pernah menderita. Tapi kalau misalkan aku dilahirkan dikeluarga yang memiliki segalanya apa aku akan berpikir seperti apa ada dalam pikiranku saat ini, dan apa aku bakal ketemu dengan mereka yang selalu meratapi penderitaan. Jika benar teori reingkarnasi itu terjadi, suatu saat nanti kalau misalkan aku mati akan menjadi apa? Hewan atau tumbuhan apa mungkin menjadi manusia kembali, kalau misalkan aku menjadi manusia kembali apa aku bakal terlahir seperti ini atau mungkin berbeda, ah kalau seperti ini dunia ini seperti permainan saja.
Chiro mulai beranjak dari duduknya karena hari terasa gelap ia masuk kedalam dan menyeduh kopi, saat ia sedang menyeduh kopi membayangkan bagaimana kalau di dunia ini tidak ada orang yang percaya pada tuhan? Mungkin pembunuhan terjadi dimana mana, tapi seorang atheis juga yang menyatakan dirinya tidak percaya tuhan masih memiliki adab untuk hidup, jadi di dunia ini yang terpenting adalah adab atau percaya pada tuhan? Tapi saat kita percaya tuhan, semua tingkah laku kita diatur dari mulai tidur hingga tidur kembali dan terus buat apa ada negara dengan segala peraturan mencekik masyarakat, kalau misalkan oleh agama itu cukup untuk mengatur semuanya. Tapi itu juga tidak mungkin pada zaman dulu saat terjadinya abad Renaisans karena sebelumnya terjadi pengekangan dogma agama yang disebut the dark age dimana saat itu dogma agama lebih dominan semua peraturan diatur oleh negara, ah dunia ini begituh sulit dengan segala ceritanya.
Setelah ia menyeduh kopi kembali lagi ke halaman rumah dan ia menyimpan kopinya dimeja lalu ia pergi ke warung untuk membeli rokok. Setelah ia pulang dari warung kembali duduk dan meratapi langit yang ditaburi bintang-bintang sambil menghisap sebatang rokok hasil ia beli tadi. Kenapa di dunia ini mesti uang menjadi alat tukar? Kan pada saat zaman dulu bukan uang tapi barang, apa mungkin ini kepandaian seorang yang dinamakan elit global? Ah dasar konspirare ada-ada saja kalau seperti itu dunia ini juga bisa ia makan, buat lebih banyak konspirasi agar dunia ini bisa dimakan, kalau seperti ini semua kebahagiaan bisa ia buat tanpa ada campur tangan tuhan, semua ia inginkan bisa iya sebutkan seakan-akan dunia ini ada dalam mulutnya saja, kalau misalkan aku tidak mempercayai adanya tuhan aku dan segala hukumannya aku akan memilih mati saja agar aku tidak merasakan keresahan yang terjadi saat ini. Mungkin kisah ini takan berakhir seperti ini dan perlu waktu banyak untuk menceritakannya, saat ini aku mulai mengantuk ingin tidur.
