Tanggerang-Bandung di 105
Hujan sore itu mengiringi perjalanan kita, ada aku disampingmu yang duduk di deretan bangku ke lima sebuah bis lintas kota. Kata hatiku, katanya ini adalah perjalanan terakhir kita. Sungguh unik, berawal dan berakhir dalam sebuah Bis. Bedanya hanya pada pariwisata dan lintas kota.
Esoknya tepat di angka 115 kau katakan pada semesta bahwa kita telah usai, sebagai jawaban atas rasa Bosanmu. Atau mungkin sebagai isyarat bahwa kau sama rata dalam membagi cinta.
Saat itu aku hanya bersumpah pada diriku untuk tidak menangis, untuk tak kembali mengemis.
Bdg, 118.16