Terbanglah Mimpiku!

Keinginan tidak selamanya berjalan sesuai dengan harapan. Aku menyusuri sungai dengan penuh harapan. Menunggu segenggam pasir emas berkilauan didalam jernihnya air itu. Aku terus berjalan, walaupun pasir emas itu tidak kunjung muncul. Aku akan terus bersabar mencari.

Ketika malam tiba, aku mulai kehilangan asa. Tubuhku lemas, dan mataku berkunang. Bahkan aku tidak meliht jurang didepan mataku. Hingga aku terjatuh tenggelam dalam derasnya sungai itu. Aku terkapar dan tidak berdaya. Pikiranku sudah meledak, tenagaku sudah lumpuh, dan aku hanya larut terbawa air sungai itu.

Pagi hari itu, aku sudah tergeletak pada sebatang pohon yang rebah. Aku tersadar bahwa air sungai itu membawaku di tempat yang indah ini. Tubuhku yang mengigil terselimut oleh hangatnya surya pagi. Aroma alam mulai menambah ketenangan hati. Aku bangkit lalu aku berjalan melanjutkan keinginanku.

Saat ini, aku masih belum menemukan harapan itu. Aku terus berjalan menyusuri kembali. Namun, aku akan membawa pelita. Pelita dari keramahan alam yang menawan. Aku tidak mau terjebak kembali dalam jurang yang dalam. Aku harus mencari jalanku sendiri. Mencari emas dalam sungai ini. Walaupun aku tidak menemukan emas itu sekarang. Namun, aku akan bersabar. Aku percaya, kesabaran akan memberikan hasil yang indah. Lalu, bagaimana jika kesabaranku telah habis?

Hmm.

Like what you read? Give Ivan Aldino a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.