Cara Menanam Bawang Merah Tuk Tuk

Sebelum membahas tentang cara menanam bawang merah, sebaiknya kenali dahulu jenis benih bawang merah Tuk Tuk ini. Benih bawang merah Tuk Tuk mulai banyak diburu petani akhir-akhir ini. Hal ini dapat membuktikan bahwa produktivitas bawang merah Tuk Tuk memang sangat disukai petani. Bawang merah Tuk Tuk dari Panah Merah ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Bawang merah Tuk Tuk termasuk bawang merah non hibrida dari biji
 Bawang merah Tuk Tuk cocok ditanam di dataran rendah — tinggi
 Tanaman vigor, umbi bulat, besar 15 gram
 Umbi tunggal atau ganda
 Umur panen 75–85 HST
 Potensi hasil panen 25–30 ton/ha

Bawang merah dapat diperbanyak dengan dua cara, yaitu bahan tanam berupa biji botani dan umbi bibit. Perbanyakan bawang merah dengan biji mempunyai prospek cerah karena memiliki beberapa keuntungan (kelebihan) antara lain :

  • keperluan benih relatif sedikit ±10 kg/ha,
  • mudah didistribusikan dan biaya transportasi relatif rendah,
  • daya hasil tinggi serta
  • sedikit mengandung wabah penyakit.

Saat ini telah ada varietas baru bawang merah (TUK-TUK) dengan produktivitas tinggi dan dapat ditanam melalui biji serta harga benihnyapun terjangkau

Adapun tahapan budidaya bawang merah dengan biji adalah meliputi beberapa kegiatan, antara lain :

Pengolahan Tanah

Adapun cara budidaya bawang merah menggunakan biji diawali dengan proses pengolahan tanah. Tanah harus bertekstur remah sehingga mendukung pertumbuhan umbi.

Setelah itu, buat guludan-guludan dengan lebar 1 meter. Untuk panjang guludan 15 meter diberikan pupuk kandang sebanyak ± 50 kg, dan dicampur dengan abu sekam. Bisa juga ditambahkan SP 36 dan Furadan jika tanah terdapat ulat tanah.

Persemaian

Penyemaian biji bawang merah dilakukan dengan membuat lajur-lajur memotong panjang guludan dengan jarak antar lajur 10 cm. Benih ditabur secara merata pada lajur dengan kedelaman 1 cm, tutup dengan arang sekam atau pupuk kandang tipis. Tutup guludan semaian dengan jerami, kemudian lakukan penyiraman secara rutin setiap hari.

Setelah disemai selama 4–5 hari, benih mulai tumbuh. Jerami dapat dipindahkan dari guludan, namun bibit muda masih perlu dinaungi supaya tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah bibit berumur 20–25 hari, naungan sudah tidak diperlukan. Bibit telah cukup kuat untuk terkena sinar matahari langsung. Dan pada umur 40–45 hari, bibit dapat ditanam di lahan.

Penanaman dilakukan dengan jarak tanam (5–10) x (5–10) cm. Ketika melakukan penanaman, sebaiknya lahan digenangi air, supaya bibit lebih cepat tumbuh.

Penanaman

Pada umur 40–45 hari bibit siap dipindahtanamkan. Sebaiknya penanaman dilakukan di lahan yang tergenang air agar bibit lebih cepat tumbuh. Jarak tanam bawang sebaiknya 5–10 cm.

Pemupukan

Untuk pemupukan, sebaiknya gunakan pupuk berimbang. Misalnya, pupuk NPK yang memenuhi prinsip 16–16–16. Untuk pupuk mikro bisa dicampur dengan pupuk makro asalkan dosis yang diberikan sesuai. Pemupukan dilakukan sebanyak 3–4 kali diawali pada saat umur 2–4 minggu setelah pindah tanam, dengan tenggang waktu 2–3 minggu selama penanaman. Pupuk yang digunakan sekitar 150–200 kg/ha.

Pengendalian Hama

Pemupukan yang terlalu rutin atau intensif akan mengakibatkan munculnya gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman bawang merah. Karena itu, perlu dilakukan pengendalian secara manual dengan pencabutan gulma disekitar tanaman. Jika perlu disemprotkan herbisida pada saat gula masih kecil.

Hama yang perlu mendapat perhatian banyak adalah ulat grayak dan penyakit bercak ungu serta bercak putih. Ulat grayak biasanya menyerang daun tanaman.

Adapun cara pengendalian bisa dilakukan secara mekanis. Saat muncul gejala gigitan pada daun bawang merah, segera lakukan pemotongan pada daun tersebut. Jika diperlukan juga bisa menggunakan insektisida Biothion dan Crumble.

Bercak putih dan ungu sangat membahayakan bawang merah karena akan mematikan tanaman dalam waktu singkat. Pengendalian bisa mengunakan fungisida, misalnya Dithane M-45 dan Delsene.

Panen dan Pasca Panen

Panen dilakukan saat tanaman berumur 65–75 hari setelah tanam, ditandai dengan daun sudah mulai rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah. Cara memanen adalah dengan mencabut tanaman dan menjemurnya dibawah terik matahari langsung atau diletakkan diatas para-para.

Untuk dapat bertahan 1–2 tahun bila penanganan pasca panennya baik. Salah satu cara penyimpanan yang baik adalah dengan menyimpan diatas para-para.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Vanryh Sumual’s story.