Bayar Tunai


Originally published at Masim Vavai Sugianto.

Awal tahun kemarin saya mengadakan acara kecil-kecilan buat anak-anak pengajian di dekat rumah. Sekedar pemberian alat tulis dan hadiah bagi anak berprestasi. Karena anak-anaknya cukup banyak jadi ramai acaranya. Tidak penting juga saya ulas berkali-kali, kesannya jadi kaya promosi, hehehe…

Acara pemberian hadiah bagi anak berprestasi di Taman Bacaan Excellent
Bersama anak-anak di Taman Bacaan Excellent

Saya tidak hendak bicara soal hal itu, hanya sekedar berbagi cerita kecil saja.

Setelah acara itu, ada yang bertanya pada saya, tentu mengeluarkan biaya dong untuk prosesnya. Memang ada, namanya juga beli ATK kan harus pakai uang bukan pakai daun :-) tapi ya nggak besarlah. Kan jumlahnya juga tidak terlalu banyak. Itupun langsung dapat gantinya.

Darimana? Dari yang punya kehidupan…

Beberapa hari yang lalu saya mendapat foto background warna merah dari mas Fathul, yang biasa bertugas mengurus rumah tangga Excellent. Saya kurang jelas melihatnya di HP jadi saya zoom dulu. Kok seperti anak ikan kecil-kecil. Seperti anak ikan sepat. Tapi nggak mungkin, saya nggak punya ikan sepat di Excellent, adanya ikan Patin, Gurame, Bawal dan Mujair Nila.
Berarti itu benih ikan nila dong? Karena bentuknya mirip sepat. Ternyata benar, ikan nila-nya sudah memijah, padahal rasanya belum lama saya pelihara dari masih bibit kecil di halaman belakang markas Excellent Premier Serenity.

Bibit ikan nila merah
Ikan nila merah jika sudah besar

Saya jadi ingat, wah ini hadiah dari anak pengajian Taman Bacaan Excellent buat saya sebagai ganti kemarin. Saya joget-joget karena memang seneng lihat bibit ikan kecil-kecil yang memijah dari kolam sendiri.

Mas Fathul menyeroknya karena awalnya tidak menyadari ada benih ikan kecil itu. Mungkin sebagian besar malah terbawa arus keluar saat kolam dibersihkan tapi tidak apa-apa, berarti indukan nila-nya sudah memijah dan anakannya bisa saya pelihara di akuarium.

Lah benih ikan sejumlah itu kok dianggap sebagai gantinya, bukannya nggak sebanding? Bukan hanya itu kok hadiahnya. Hadiah lainnya, tiba-tiba saham INDY, HRUM dan ADRO yang di November-Desember terus menurun (dan saya tambah porsinya) tiba-tiba awal tahun ini melesat naik dan hijau royo-royo. Saham BTPS yang dikoleksi sejak tahun lalu juga kalau dicheck naik sampai 19%.

Kebetulan. Iya, mungkin saja kebetulan karena pas timingnya. Saya pernah juga kok mengalami kejadian mirip beberapa kali, kebetulannya cukup sering sampai-sampai saya menganggapnya lebih dari sekedar kebetulan…
Kalau pernah investasi saham, pasti tahu bahwa hitungan paling bagus sekalipun bisa saja meleset. Jadi kalau kebetulan itu menyenangkan, saya nggak protes :-). Tinggal bagaimana kita menyikapi rentetan peristiwa yang menyertainya.

Jadi, sudah dibayar tunai, lunas dan lebih dari modal yang dikeluarkan kan.

Catatan : Saya selalu sungkan share hal seperti ini jadi kerapkali saya hanya cerita terbatas, maksimal di lingkungan Excellent saja. Kalaupun saya cerita ini sekedar berbagi cerita bahwa jika kita mengeluarkan sesuatu untuk hal yang kita niatkan untuk kebaikan, pada dasarnya kita berinvestasi untuk masa depan kita sendiri.