Jangan Melupakan Esensi

Pertengahan bulan Juli yang baru lalu, saya membuat acara perayaan ulang tahun secara sederhana untuk puteri bungsu, Vivian Aulia Zahra. Untuk keperluan ini, saya menyiapkan beberapa hal, antara lain:
- Kue ulang tahun. Kue ulang tahun saya pesan dari toko kue di sekitar Bekasi. Saya meminta tolong salah satu staff Excellent untuk melakukan pemesanan
- Hadiah ulang tahun. Saya berbagi tugas dengan Dear Rey mencari hadiah untuk puteri kami. Dear Rey mencari hadiah di mall, sedangkan saya mencari hadiah di toko online
- Memesan badut ulang tahun. Kasihan kan, si Badut ulang tahun sampai tempel-tempel pengumuman di tembok dan pohon tapi tak satupun yang mengucapkan ulang tahun ke si badut, hehehe…
Saya mencari di Google, nama dan nomor kontak Badut ultah di sekitar Bekasi. Akhirnya bertemu dengan salah satu diantaranya. Ternyata rumah si badut dekat dengan markas Excellent DJ, mungkin hanya sekitar 5–10 menit perjalanan sepeda motor. Sore itu juga kami bertemu dengan si Badut, membicarakan mengenai persiapan, konsep acara, waktu pelaksanaan dan dekorasi ruangan.
Setelah urusan beres, kami berbincang santai. Mengetahui saya berlatar belakang IT, si Badut (let’s say demikian, saya lupa tanya nama aslinya zzzz…) bertanya pada saya, bagaimana caranya agar ia menjadi top search di Google, supaya kalau orang mencari jasa badut, nama dia ada di pilihan teratas.
Saya bilang itu ada ilmunya. Namanya SEO. Search Engine Optimization. Saya membahas sekilas mengenai konsep SEO, namun saya justru lebih fokus pada sisi sebaliknya.
Saya sampaikan pada si Badut, menjadi nomor satu di Google memang hal yang bagus, karena bisa membuka peluang customer baru, namun ada hal yang lebih essential dibandingkan sekedar menjadi nomor 1 di pencarian. Saya sarankan padanya bahwa lebih baik ia membuat 1 buah website bagus daripada website dengan nama-nama kota yang dia lakukan saat ini.
Selama ini saya lihat dia punya web di blogspot banyak sekali. Misalnya mencari kata kunci “Badut Ultah Bekasi” dengan “Badut Ultah Kelapa Gading”, “Badut Ultah Tambun” dan seterusnya, akan merujuk pada website masing-masing namun bermuara pada nama yang sama, yaitu dia sendiri.
Ini sudah cukup baik, namun menyulitkan branding dan jika suatu waktu ingin melakukan pengubahan data. Saya sampaikan padanya 3 hal mendasar yang menurut saya bisa ia lakukan :
- Membuat 1 buah website utama, yang dibuat dengan bagus, dilengkapi dengan informasi komplit, nama kontak yang jelas dan foto-foto menarik. Ini akan menarik minat para pencari informasi mengenai badut ultah seperti saya
- Memudahkan urusan calon pelanggan. Contohnya, saat saya mencari informasi badut, saya butuh estimasi biaya. Beberapa penyedia badut ultah hanya bilang, “Oh itu tergantung pak. Bapak butuh berapa badut, dekorasinya yang biasa atau yang komplit dan lain-lain dan sebagainya…”. Buat saya, itu menghabiskan waktu. Jadi pingpong. Bolak balik bertanya dan tidak simple. Saya sarankan padanya, buat saja form yang berisi estimasi kalkulasi biaya, berikut informasi detailnya. Misalnya, ada kolom “Jumlah badut MC”, “Jumlah badut karakter”, “Jenis dekorasi” dan dilengkapi dengan contoh masing-masing. Ini akan membuat proses kalkulasi biaya lebih mudah, baik untuk si penyedia layanan badut maupun bagi saya sebagai calon pengguna jasa
- Meningkatkan Kualitas. Menurut saya, pelanggan akan datang dengan sendirinya jika kualitas kita bagus. Daripada sibuk mencari pelanggan baru namun kualitas layanan seadanya dan pelanggan yang ada malah kapok, mengapa tidak fokus meningkatkan kualitas? Perbanyak teknik sulap, belajar cara melucu, belajar cara mengayomi anak-anak dan membuat kejutan-kejutan yang menyenangkan. Itu yang saya maksud hal paling essential dari kesemua yang perlu dilakukan
Sewaktu berkunjung ke kota Solok pada libur lebaran 2017 yang baru lalu, saya sempat mampir ke sebuah kafe bagus dengan suasana millenial dan memiliki atmosfer keren untuk nongkrong dan ngobrol bersama kolega. Saat datang kesana bersama Vivian, saya lihat banyak anak muda yang berkumpul bersama rekan-rekannya. Saya memesan makanan untuk dibawa pulang karena memang niatnya makan di hotel bersama keluarga.
Saat makan di hotel, baru saya rasakan kualitas makanannya. Ayam goreng mentega terlalu kering sehingga sukar dimakan. Menu lain terlalu asin. Singkat kata, untuk suasana saya berikan nilai 8–9 sedangkan untuk rasa makanan saya berikan nilai 3–4.
Jika ada punya kafe, punya rumah makan atau restoran, lokasi strategis adalah nilai plus. Interior bagus adalah nilai plus. Tapi jika makanan dan minumannya nggak enak, itu berarti melupakan hal paling mendasar yang semestinya perlu dijaga dan dikelola sebaik mungkin. Orang mungkin mengeluh jika lokasi kurang strategis dan sulit dijangkau, juga akan mengeluh jika interior kurang menarik namun orang tidak akan kembali lagi jika rasa masakan terlalu parah untuk dicerna.
Dalam bisnis apapun, jangan melupakan esensi. Jangan mengabaikan hal-hal mendasar yang semestinya dipenuhi sejak awal, karena itu menjadi fundamental bisnis kita
