Melawan Kekhawatiran : Passport & Traveling

Mulai bulan ini, Excellent menjalankan project internal yang sudah lama direncanakan. Ada 2 project namun sebenarnya satu kesatuan misi, yaitu memberikan kesempatan pada seluruh team untuk “melawan kekhawatiran alias Break the Habit of Being Worried…”

Passport

Project pertama, saya mewajibkan seluruh team di bulan ini untuk memiliki passport. Excellent akan memberikan subsidi biaya pengurusannya. Mereka harus mengurus prosesnya sejak awal, mencari tahu sendiri prosedurnya, melengkapi berkas dan syarat-syaratnya. Mereka harus menjalani sendiri mekanisme pengurusannya.

Apa istimewanya? Bukannya mengurus passport itu sangat mudah?

Sama dengan semua tindakan, ada 2 hal yang harus dihindari jika kita menilai sesuatu. Pertama : Generalisasi. Kedua : Asumsi Dini.

Pertama soal Generalisasi. Kita tidak bisa menggeneralisasi semua orang dengan mudah mengurus passport. Ada barrier disini. Bagi sebagian orang mungkin ini hal kecil. Apa susahnya sih mengurus passport, tinggal melengkapi syarat-syarat dan datang ke kantor imigrasi.

Bagi sebagian yang lain, mengurus passport itu butuh perjuangan. Misalnya, apa pentingnya passport buat saya? keluar daerah saja hampir nggak pernah, apalagi ke luar negeri. Alasan lain : “saya memang ingin ke tanah suci tapi itu entah kapan dan entah tahun berapa…”

Bagi sebagian dari kami di Excellent yang ndeso dan berasal dari kampung, ke kantor imigrasi sama seperti disuntik imunisasi saat SD. Not really comfortable. Apa yang membuat tidak nyaman? Apa yang membuat takut? Tidak jelas. Yang jelas, ke kantor imigrasi untuk membuat passport tidak semudah ke rumah makan memesan makanan. Ada banyak kekhawatiran yang tidak perlu. Khawatir nggak mengerti prosesnya. Khawatir menunggu lama. Khawatir nggak bisa meluangkan waktu. Khawatir nggak dapat izin. Khawaaaaaaaatir terus, sampai tahun 2 juta. Rasa khawatir nggak jelas ini yang perlu dilawan, perlu dieliminasi, perlu dikelola. Agar kita tidak sekedar menunggu dan menjadikannya sebagai pembenaran semata.

Kedua soal Asumsi Dini. Di Excellent ada satu kalimat yang menjadi tertawaan peserta training saat saya mengajar. Kalimatnya adalah “Instalasi mail server itu mudah…. kalau sudah tahu caranya.”

Ya iyalah, bukan hanya instalasi mail server. Apapun logikanya jadi mudah, jika kita sudah tahu caranya. Itu sebabnya kita sebaiknya tidak berasumsi segalanya mudah, karena kemungkinan besar kita bisa bilang begitu karena kita sudah mengalaminya atau sudah tahu caranya 😉

Setelah beberapa kali briefing, akhirnya secara bertahap team Excellent mulai mendapatkan passport. Salah satu team, Ahmad Imanudin bahkan menuliskan pengalamannya : Tips Cepat dan Lancar Membuat Paspor yang bisa dijadikan rujukan untuk membuat passport di kantor imigrasi Bekasi.

Saat briefing awal pekan ini di Excellent, saya sampaikan bahwa proses berikutnya adalah memilih negara tujuan dan mengecek harga tiket. Yay…


Project kedua adalah project yang sudah saya cita-citakan sejak lama. Saya sudah bicara dengan team Excellent sejak tahun lalu namun baru bisa direalisasikan bulan ini. Projectnya adalah : “1 Minggu Traveling”

Setiap 2 atau 3 bulan, akan ada undian saat makan siang bersama. Nama yang terpilih akan mendapat budget untuk traveling ke kota yang diinginkan. Selama 1 minggu. Full. Tanpa diganggu pekerjaan. Tanpa harus menjalani rutinitas. Tanpa dibebani dengan keharusan absensi. Satu-satunya tugas adalah menuliskan semacam reportase atau pengalaman ke dalam blog. Itu saja.

Ini sebenarnya adalah cita-cita saya yang belum kesampaian. Dulu saya punya impian untuk traveling ke suatu tempat. Mengerjakan segala hal sesuka hati. Berkemah di hutan, di gunung atau ditepi pantai. Main hujan-hujanan. Tidur di saung/gubuk di tengah sawah atau tinggal dengan petani selama waktu tertentu.

Dulu saya terkendala waktu dan biaya. Saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan essensial saya. Tidak mudah juga mengambil izin ke pabrik untuk bisa traveling, apalagi jika dalam waktu yang cukup lama.

Sekarang saya bisa menabung, namun kesempatan tidak mudah juga. Saya sudah punya keluarga dan anak isteri. Rasanya kumaha kitu jika saya traveling sampai 1–2 minggu ke suatu tempat, menyepi dan bekerja sesuai dengan keinginan tanpa anak isteri. Bangun tidur di homestay tepi laut sambil menulis artikel atau minum teh di sore hari sambil melihat kabut saat sore menjelang malam di suatu villa daerah pegunungan. Jika bersama anak isteri, kami harus memilih waktu yang cocok untuk semua dan itu tidak mudah.

Itu sebabnya hal ini saya alihkan pada team. Anggaplah sebagai pengganti kesempatan saya. Saya bebaskan mereka selama 1 minggu untuk doing anything they want to do. Melakukan apapun yang mereka inginkan. Apakah ingin bebas tidur tanpa harus pagi-pagi berjibaku dengan kemacetan. Ataukah ingin kursus memasak. Kursus stir mobil. Kursus scuba diving. Paralayang. Mengunjungi museum. Mengunjungi pasar rakyat. Melihat peternakan. Ikut bertani. Everything. You name it.

Saya ingin team bisa fresh saat kembali bekerja di Excellent. Ingin mereka merasakan bahwa #WorkCanWait. Pekerjaan bisa menunggu. Sesibuk apapun kalian, seurgent apapun kegiatan kalian, sepenting apapun pekerjaan yang harus dilaksanakan, tetap ada waktu untuk rehat. Tetap ada waktu untuk berhenti sejenak. Dunia akan tetap berjalan, meski kita sakit, atau kita rehat atau bahkan jika kita meninggal dunia sekalipun.

Saya tahu bahwa hal ini akan butuh biaya tambahan dari Excellent. Butuh buffer budget dari Excellent. Jika dihitung biaya 1 minggu bisa mencapai 3 juta rupiah, akan butuh total hingga 45 juta rupiah sampai setiap team bisa menjalankan hal ini. No problem. Saya bisa mengusahakannya. Saya usahakan tanpa mengganggu finansial Excellent. Saya hanya ingin setiap team tahu bahwa hidup mereka berharga untuk diri mereka sendiri. Jika Excellent memastikan mereka menyadari hal itu, saya yakin Excellent akan mendapatkan lebih daripada biaya yang dikeluarkan.

Being tired isn’t a badge of honor. Life, is our precious gift. Don’t waste it being unhappy, dissatisfied, or anything else you can be.

Masim “Vavai” Sugianto

Written by

Traveller, Open Source Enthusiast & Book Lover. Works as Independent Worker & Self-Employer. https://www.excellent.co.id #BisnisHavingFun https://www.vavai.com