Tips Saat Berkunjung ke Thailand (Bangkok dan Sekitarnya)

Tulisan mengenai tips berkunjung ke Bangkok/Thailand mungkin sudah “bejibun” tapi saya teteup menuliskannya, karena saya percaya, tidak ada salahnya share informasi yang kira-kira bisa mencerahkan daripada saya share informasi yang “ora geunah” 😆

Berikut adalah beberapa tips terkait kunjungan ke Thailand, disarikan dari pengalaman pribadi saya dan isteri saat berkunjung kesana beberapa waktu sebelumnya :

  1. Biasakan untuk menggunakan web/city check in sehingga andaikan kita agak telat datang ke bandara, kita bisa melakukan by pass beberapa informasi yang diperlukan dan bisa check in lebih cepat. Syukur-syukur chek in hanya untuk drop bagasi saja. 
    Setiap kali berangkat maupun pulang, saya memang punya waktu luang cukup banyak karena saya biasanya datang lebih awal. Meski demikian saya tidak menyesal sudah melakukan city check in atau web check in karena tindakan preventif lebih baik daripada saya menyesalinya. 
    Jangan lupa, pertimbangkan juga bahwa antrian pada maskapai LCC biasanya lebih panjang daripada yang berbiaya lebih mahal. Bukan bermaksud stereotip, hanya sekedar saran agar lebih well prepare saat menghitung estimasi waktu
  2. Sebelum masuk ruang tunggu untuk boarding, ada pemeriksaan imigrasi dan custom. Biasanya disini mesti lepas semua benda metal termasuk ikat pinggang, jadi jangan pakai pakaian yang mudah melorot, hehehe… di Soekarno Hatta biasanya juga nggak boleh bawa benda cair-misalnya air minum kemasan ukuran sekian mililiter didalam tas yang dibawa ke kabin-jadi kalau kira-kira menunggu agak lama sebaiknya siap-siap minum sebelum masuk
  3. Sebaiknya membawa sendok-garpu sendiri. Sendok garpu plastik tidak apa-apa. Biasanya beberapa pujasera/food court di Bangkok menyediakan sendok dan garpu namun ya itu dia, dipakai bersama, meski tentu saja selalu dalam kondisi visual bersih.
  4. Tiba di bandara bisa langsung pakai wifi airport, terutama kalau mau kasih kabar via WA/BBM/Telegram atau sekedar update status (gak penting banget ya hehehe…)
  5. Langsung membeli paket SIM Card lokal Thailand, karena lebih mudah dan murah berkomunikasi baik sesama nomor Thailand maupun saat menelpon ke nomor family/teman di Indonesia. Ada beberapa pilihan SIM Card, misalnya DTAC/True dan AIS. Saat di Suvarnabhumi Airport saya membelinya selepas ambil bagasi, sebelum naik Uber/taksi. Di Don Mueang Airport juga sama sih posisinya. Saya membeli paket DTAC karena antrian di AIS lebih panjang. Paket data sekitar 3.5 GB dan paket bicara sekian ratus baht-saya lupa tepatnya-dan berlaku selama 1 minggu. Ada pilihan per bulan atau per sekian hari juga. Untuk top up deposit bisa dilakukan di Seven Eleven yang cukup banyak lokasinya di Bangkok
  6. Jika tiba di bandara tidak terlalu malam/dini hari, bisa memilih kereta bandara. Saat pertama kali ke Bangkok saya memilih naik Uber dan kebetulan bertemu dengan driver yang baik. Meski demikian, semestinya tidak terlalu sulit naik kereta bandara. Apalagi yang sudah terbiasa naik Commuter line di Jabotabek, mirip-mirip.
  7. Untuk transportasi seputar Bangkok juga saya lebih rekomendasikan naik BTS/Sky Train. Cukup banyak area yang bisa dijangkau, biaya juga lebih murah. Nggak usah khawatir nyasar karena kan bisa tanya-tanya. Lagian kalau nyasar anggap saja berpetualang, hehehe… Kecuali kalau bawa keluarga besar dan banyak yang sepuh, mungkin lebih baik sewa mobil untuk alasan kemudahan dan efisiensi.
  8. Lokasi Grand Palace, Wat Arun dan Wat Pho lokasinya berdekatan, jadi bisa diset sekali jalan. Kalau perlu sewa sepeda dan olahraga keliling seputaran alun-alun (nggak tahu deh namanya apa tapi saya ingatnya alun-alun, hehehe…)
  9. Lokasi MBK (Mah Boon Krong), Madame Tussaud dan Siam Paragon juga lumayan dekat, jadi bisa dicapai dalam sekali perjalanan. Hanya saja ini lokasi tempat belanja, kalau budgetnya banyak mungkin 1 mall 1 hari belum cukup hehehe… Kalau di Pattaya, bisa ke Supathra Land, Nong Nooch, Laser Buddha, Silverlake Vineyard dan Floating Market, meski atas pertimbangan cape dan ingin secepatnya balik ke Bangkok akhirnya saya hanya ke Supathra Land, Laser Buddha dan Floating Market
  10. Ada aplikasi Thailand Muslim Friendly yang mungkin bisa dijadikan referensi beberapa lokasi terkait makanan halal dan masjid selama di Thailand. Yang saya ingat, di lantai 5 (Level 5/Pier 5) mall Terminal 21 di Sukhumvit Bangkok ada stand makanan halal dengan nama Bismillah. Kata isteri saya sih jual opor ayam meski saya lihat malah lebih mirip nasi kari ayam. Kira-kira mirip dah 😆. Disini juga ada stand jual Mango Sticky Rice yang cukup enak dan jual macam-macam juice/buah segar potong. Jambu kristalnya enak lho, nyesel cuma beli seplastik
  11. Selain di lokasi Terminal 21 level 5, di MBK lantai 5 ada International Food, stand Jimbaran yang jual beberapa makanan khas Indonesia. Rasanya lumayan, harganya juga lumayan. Ikan bakar dengan ukuran cukup besar harganya sekitar 435 baht. Enak tapi kalau keseringan bisa bikin kantong bolong, hehehe… Porsi makanannya cukup besar, jadi hati-hati mempertimbangkan jumlah pesanannya. Ikan yang saya makan misalnya, ukurannya untuk 4 orang namun akhirnya makan sendiri zzzz… Di lantai 6 juga infonya ada food court halal dan ada mushola tapi saya nggak sempat kesana.
  12. Jangan lewatkan Chatuchak Weekend Market. Bahkan untuk saya saja-yang agak anti jalan-jalan belanja-bisa menemukan pengalaman menarik selama menemani isteri keliling Chatuchak. Cocok buat yang berniat beli macam-macam. Tempatnya bagus, hanya saja prepare untuk pakai kaus/baju yang nyaman. Tidak usah bahwa barang berat. Kalau niat belanja banyak silakan bawa tas dengan roda seperti koper jadi lebih mudah membawanya.
  13. Jalan di Bangkok lumayan macet, bahkan disaat tertentu malah macet bener, jadi kalau ada yang berniat pulang dipagi hari jam kerja/siang hari/sore hari sebaiknya memperhitungkan estimasi waktu perjalanan ke bandara sebaik-baiknya
  14. Jangan lewatkan makanan enak seperti Mango Sticky Rice, kalau perlu explore yang ada di beberapa tempat, misalnya di Mae Varee Sukhumvit yang katanya termasuk salah satu Mango Sticky Rice paling enak se Bangkok. Katanya, karena saya belum sempat kesana, zzzzz…
  15. Salah satu yang terasa buat saya pribadi agak mengganggu adalah bau masakan yang terlalu tajam dan bikin mual. Jika beredar di tempat masakan seperti ini, solusinya langsung ngabur atau bergeser ke lokasi lain yang lebih netral udaranya.
  16. Di beberapa tempat ada lokasi Street Night Market, lumayan bisa jadi tempat menarik untuk dikunjungi jika tidak ingin tidur cepat. Biasanya jual makanan dan pakaian juga, mirip seperti yang dijual di week end market. Bahkan Chatuchak sendiri ada even night market di Jumat malam
  17. Saat naik AirAsia yang landing di bandara Don Mueang, saya sempat menunggu lama di imigrasi karena berbarengan dengan kedatangan rombongan turis. Ternyata saya juga tidak baca-baca plang di antrian karena tertutup suasana yang crowded. Khusus untuk negara ASEAN, ada line khusus imigrasi di line 3, jadi jangan salah ambil antrian di bagian lain
  18. Jangan lupa mengisi aplikasi lapor diri atau SAWADI. Bisa mengisinya melalui link ini. Hal ini akan mempermudah koordinasi teman-teman di KBRI jika timbul situasi darurat yang tidak diinginkan
  19. Di pesawat biasanya kita diberikan form arrival dan form departure. Isi keduanya, jadi siapkan pulpen. Soalnya saya terbiasa pakai laptop malah lupa bawa pulpen 😉. Serahkan keduanya saat kita melaporkan diri di antrian imigrasi Thailand. Nantinya kedua form distempel dan form arrival diambil petugas imigrasi sedangkan form departure diberikan kembali untuk kita simpan. Form departure ini nanti diserahkan kembali ke petugas imigrasi saat kita pulang

Semoga bermanfaat…